Advertisement
Peristiwa Daerah

Di Bondowoso, Banyak Politisi Muda Sukses Jadi Anggota Dewan, Begini Kata Akademisi

Pesta demokrasi yakni Pemilu 2019 banyak mengantarkan politisi muda di Bondowoso sukses terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bondowoso.

TIMES Indonesia,
Di Bondowoso, Banyak Politisi Muda Sukses Jadi Anggota Dewan, Begini Kata Akademisi
Dr. Saiful Bahar (FOTO: Istimewa)
A-AA+

BONDOWOSO Pesta demokrasi yakni Pemilu 2019 banyak mengantarkan politisi muda di Bondowoso sukses terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bondowoso.

Beberapa diantaranya adalah Andi Wijaya (PPP), Sinung Sudrajat (PDIP), Taufiq (PPP), Kukuh Rahardjo (Golkar), H Sutriono (PKB), H Imran (PKB), H Mahfid (PKB), H Samsul Tahar (PKB), Adi Krisna (Golkar), Dayat (PKS), Fathorrasyi (PKS).

Advertisement

Selain itu, Subangkit (Demokrat), Mansur (PKB), Mas Syef (PPP), Ning Ulfa (PPP) Yondrik (Golkar), bahkan masih ada yang masih berusia 22 tahu, yaitu Irsan Bahtiar (PDIP).

“Politisi muda yang berhasil lolos ke gedung dewan itu adalah pemuda berprestasi,” kata salah seorang dosen politik UIN Surabaya, Dr Saiful Bahar.

Menurutnya, politisi muda itu harapan Bondowoso. Mereka adalah anak anak muda pemberani, punya nyali. Kata dia, hanya mereka yang punya nyali saja yang berani tarung dalam politik.

Apalagi, jelas dia, dalam sistem politik hegemonik sebagaimana di Bondowoso, biasanya kaum muda tersebut terhegemoni oleh seniornya.

“Tapi nyatanya, mereka dapat membuktikan bisa menundukkan politisi-politisi senior,” sambung pria yang akrab disapa Bahar tersebut.

Advertisement

Diharapkan, keberanian dan nyali mereka dapat menekan praktik-praktik yang tidak baik dalam pelayanan masyarakat. Mengingat butuh seorang pemberani dalam perjuangan menegakkan kebaikan.

Selain itu, anak-anak muda yang lolos tersebut hampir bisa dipastikan memiliki visi dan misi yang baru, yang mungkin saja berbeda dengan politisi-politisi senior.

“Mereka anak muda, yang sebenarnya telah sukses menapaki kehidupan. Hampir semua yang saya sebut, adalah anak muda yang telah mapan secara ekonomi,” jelasnya.

Artinya, lanjut dia, kecil kemungkinan mereka tarung di Pilleg hanya sekadar mencari rupiah. Meskipun sebenarnya, gaji anggota DPRD memang menggiurkan.

“Bahkan, sebagian dari mereka adalah pelaku dari perjuangan dan sejarah reformasi ketika masih berstatus mahasiswa. Jadi, sangat mungkin, semangat dan gelora reformasi masih sangat kuat tertancap dalam komitmen mereka,” ungkapnya.

Dia berharap, mereka akan menjadi pendekar reformasi yang dapat menekan angka korupsi, khsusnya di Kabupaten Bondowoso.

Politisi-politisi muda tersebut, adalah politisi cerdas dan kreatif. Terbukti, cara mereka menyapa konstituen dalam proses Pilleg, berbeda dengan seniornya.

“Mereka rata-rata adalah anak cerdas yang melek tekhnologi. Sentuhan tekhnologi informasi benar_benar mereka praktikkan dalam proses kampanye,” katanya.

Sehingga diharapkan merekalah yang akan memulai penggunaan tekhnologi dalam kerja-kerja DPRD. Misalnya kebiasaan DPRD dalam tugas kunjungan kerja yang memakan banyak biaya itu, dapat digantikan teknologi informasi yang lebih efektif dan efesien.

Kemudian dia berharap mereka nanti bisa membuktikan bahwa ketakutan Denny JA tidak akan terjadi di Bondowoso.

“Denny JA pernah mengatakan bahwa banyak politisi muda di negeri ini yang akhirnya harus tunduk pada budaya politik bandit. Di antara mereka adalah, Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng dan yang terbaru adalah Romy,” sambungnya.

Dia yakin, politisi muda di Bondowoso yang berhasil terpilih menjadi anggota dewan dalam Pemilu 2019, adalah anak muda yang mencintai Bondowoso. Sehingga mereka nanti akan mengabdi lewat jalur politik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia