Kembangkan Budaya Islami, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Hadrah Pelajar Nasional
Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Festival Hadrah Pelajar Nasional 2019. Ratusan pelajar dari 20 kota enam provinsi di berbagai penjuru nusantara unjuk kebolehan memainkan seni bernuansa Islami ini.

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Festival Hadrah Pelajar Nasional 2019. Ratusan pelajar dari 20 kota enam provinsi di berbagai penjuru nusantara unjuk kebolehan memainkan seni bernuansa Islami ini.
Acara semakin menarik dengan penampilan belasan mahasiswa manca negara yang turut memeriahkan.
Festival ini diikuti 89 grup pelajar dari 20 daerah di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meramaikan event ini. Di antaranya, Madrasah Aliyah (MA) Nur Anjani Lombok, MA Annida Al- Islamy Jakarta Barat.

Festival hadrah ini dibuka pada Jumat tanggal 17 Mei 2019 dengan tarian Kuntulan Rodat Ya Jamaliha dengan iringan musik rebana nan rancak yang dilanjutkan dengan pemukulan rebana secara serentak oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan Forpimda.
Bupati Anas mengatakan, festival ini adalah panggung bagi anak-anak pecinta kesenian Islami untuk mengekspresikan karyanya. Kesenian hadrah ini banyak tumbuh di Banyuwangi seiring dengan banyaknya santri yang ada di Banyuwangi.

"Festival ini akan menjadi media untuk merajut silahturahmi dan konsolidasi antar pelajar dan santri dari seluruh nusantara. Sekaligus, lewat festival hadrah dan sholawat ini kami ingin mengirim pesan tentang budaya Islam di Indonesia yang santun, toleran, dan inklusif, dan yang tentunya cinta damai," kata Anas.
Bupati Anas menambahkan jika festival ini juga sekaligus sebagai cara untuk mengenalkan berbagai bacaan sholawat yang biasa ditemui di pesisir Jawa, Bali dan daerah lain. Karena varian-varian sholawat ditampilkan oleh peserta lomba, sehingga akan memperkaya pengetahuan para pelajar dan santri.
Festival hadrah yang digelar di Taman Blambangan ini, akan berlangsung selama dua hari, Jumat - Sabtu tanggal 17 -18 Mei 2019. Festival ini semakin meriah dengan penampilan 13 mahasiswa dari 12 negara peserta program Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI). Mereka tampil memukau saat menampilkan tari Kuntulan dan menyanyikan lagu Islami "Ramadhan Tiba" dengan apik. Penonton pun merasa terhibur dengan penampilan mereka, yang tampil semangat, meskipun baru beberapa hari mempelajari tarian tersebut.
Salah satu mahasiswa program BSBI Irati Gutierrez Ugarte asal Bilbao, Spanyol yang baru empat hari lalu tiba di Banyuwangi, mengaku sangat antusias ketika diajak berlatih tari Kuntulan yang terkenal dengan iringan musik hadrahnya tersebut.

"Susah latihannya, tapi menarik. Bagaimana saya harus menari dengan pakaian yang serba tertutup semacam ini. Beda sekali dengan tarian di Spanyol," ucap Irati sambil tersenyum bahagia.
Irati menambahkan bahwa ia merasa senang mempelajari tari dan budaya Banyuwangi. Bagi dia, Banyuwangi adalah perpaduan antara budaya Jawa dan Bali yang menakjubkan dengan pengaruh budaya islam yang menonjol. Irati berlatih tari Kuntulan ini merupakan kesempatan bagi dia untuk mengenal Islam di Indonesia. Irati mengaku jika di Spanyol penganut Islam juga banyak, dari dulu dia memang tertarik dengan budaya Islam. Oleh karena itu selama di Banyuwangi dengan mayoritas warganya yang Muslim, ia akan menggunakan kesempatan ini untuk memperkaya wawasan tentang Islam itu sendiri.
Perlu diketahui, belasan mahasiswa dari manca negara tersebut merupakan peserta program BSBI dari Kementerian Luar Negeri RI, yang menjaring mahasiswa berpotensi dari seluruh dunia untuk diberi kesempatan mempelajari budaya Indonesia, salah satunya Budaya Banyuwangi. Mereka akan tinggal selama tiga bulan untuk belajar seni budaya Banyuwangi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


