Advertisement
Peristiwa Daerah

Soal Klarifikasi Referendum Aceh, The Jokowi Center Apresiasi Eks Panglima GAM

Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus mengapresiasi pernyataan klarifikasi yang disampaikan oleh eks Panglima GAM Muzakkir Manaf terkait referendum Aceh dalam sebuah video yang ditayangkan kemarin, Selasa (11/6/2019).

TIMES Indonesia,
Soal Klarifikasi Referendum Aceh, The Jokowi Center Apresiasi Eks Panglima GAM
Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus (FOTO:Istimewa)
A-AA+

JAKARTA Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus mengapresiasi pernyataan klarifikasi yang disampaikan oleh eks Panglima GAM Muzakkir Manaf terkait referendum Aceh dalam sebuah video yang ditayangkan kemarin, Selasa (11/6/2019).

“Kita mengapresiasi kepada Mualem (sapaan akrab Muzakkir Manaf) yang telah memberikan klarifikasi perihal referendum Aceh. Pada intinya, Ketua Umum Partai Aceh ini menegaskan Aceh tetap pro NKRI,” ujar Neta di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Advertisement

Dijelaskan Neta, pasca perjanjian damai antara RI-GAM pada 2005 lalu, tidak ada lagi teriakan merdeka atau referendum dengan opsi merdeka atau otonomi khusus. MoU Helsinki lanjutnya, telah mengunci keberadaan Aceh tetap dalam bingkai NKRI.

Sehingga tuturnya, dapat dipahami secara psikologi pernyataan spontan Mualem pada haul deklarator Gerakan Aceh Merdeka/Wali Neugara Aceh, Paduka Jang Mulia Teungku Muhammad Hasan di Tiro dalam acara yang digelar di Banda Aceh, Senin (27/5/2019) lalu.

“Melalui klarifikasi ini, semua sudah jelas. Tidak perlu diperpanjang lagi masalah ini. Kita bangun Aceh yang masih termiskin di Sumatera dan sekali lagi hargai kejujuran Mualem yang sangat cinta Tanah Air Indonesia,” harap Neta.

Sebelumnya pada akhir Mei, Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017 ini menyatakan Aceh lebih baik diadakan referendum seperti di Timor Leste. Kemudian pada 31 Mei, Mualem meminta maaf dan menyatakan tidak berkomentar lagi. Selanjutnya pada 11 Juni lalu, Mualem menegaskan rakyat Aceh pro NKRI.

Dalam video berdurasi 1 menit 17 detik yang beredar sejak Selasa (11/6/2019) itu, Mualem menyampaikan empat poin terkait hal tersebut.

Advertisement

Pertama, selaku Ketua Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh, Mualem mengatakan jika pernyataannya terkait referendum itu adalah pernyataan spontan dan tidak mewakili rakyat Aceh. Kemudian mengakui dirinya beserta rakyat Aceh cinta damai dan pro NKRI.

Ketiga, Mualem menyebut rakyat Aceh ke depan harus maju dalam bingkai NKRI. Dan terakhir, dalam video klarifikasi referendum Aceh itu, eks Panglima GAM mengatakan, hal-hal lain yang belum sesuai pasca-MoU Helsinki akan segera dituntaskan. Video tersebut kemudian ditutup dengan ucapan selamat Idul Fitri 1440 H kepada seluruh rakyat Aceh. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rahmi Yati Abrar
PenulisRahmi Yati Abrar Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia