Advertisement
Peristiwa Daerah

Festival Kopat Lepet Sewu Boyolangu, Tradisi Pererat Tali Persaudaraan Antar Warga

Tradisi dan Budaya Banyuwangi memang tak pernah ada habisnya jika kita gali di sejumlah desa yang menyimpan beragam tradisi dari leluhur. Salah satunya tradisi kopat lepet di Desa Boyolangu, kecamatan Giri, yang mana tradisi ini dilakukan H+7 Lebaran di h

TIMES Indonesia,
Festival Kopat Lepet Sewu Boyolangu, Tradisi Pererat Tali Persaudaraan Antar Warga
Festival Kopat Lepet Sewu 2019 di Desa Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi (Foto : Roghib Mabrur)
A-AA+

BANYUWANGI Tradisi dan Budaya Banyuwangi memang tak pernah ada habisnya jika kita gali di sejumlah desa yang menyimpan beragam tradisi dari leluhur. Salah satunya tradisi kopat lepet di Desa Boyolangu, kecamatan Giri, yang mana tradisi ini dilakukan H+7 Lebaran di hari selasa tanggal 11 Juni 2019 dan termasuk dalam rangkaian tradisi puter kayun.

Festival Kopat Lepet Sewu diawali dengan pawai grebeg kupat lepet mengililingi desa Boyolangu di sore hari, kemudian malamnya dijamu dengan tarian rodat syi'iran, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M. Bramuda dan di hadiri tamu dari mahasiswa asing pertukaran budaya.

Advertisement

Festival-Kupat-Lepet-a.jpg

"Kita bagikan seribu porsi kupat dan lepet secara gratis, keuinikan festival kali ini terdapat kupat dan lepet, sedangkan tahun lalu hanya kupat saja, al hasil banyak tamu dari luar kota datang kemari," ujar Wakil Ketua Panitia Festival Kopat Lepet Sewu Fauzi (18), Kamis,(13/06/2019).

Fauzi menambahkan bahwa acara ini dilakukan swadaya dari masyarakat, tak sedikit pengunjung dari luar kota yang hadir untuk menikmati seporsi kupat dan lepet khas Boyolongu, ada yang dari Situbondo, Surabaya, Malang dan lainnya.

Festival-Kupat-Lepet-b.jpg

Tradisi kupat lepet ini sebelumnya di lakukan ritual nyekar di makam Buyut Wongso Karyo atau Buyut Jaksa, yang mana leluhur warga desa Boyolangu.

Advertisement

Antusiasme masyarakat yang mengikuti festival kupat lepet sangat rukun, hal ini terlihat disepanjang jalan desa berjejer tikar dan sajian khas kupat, lepet, opor ayam serta kue tradisional warga using yang disiapkan untuk menjamu para tamu yang hadir dalam gelaran tersebut.

Festival-Kupat-Lepet-c.jpg

Salah satunya Johi (29) warga asli Boyolangu yang sedang menikmati libur lebaran karena merantau kerja di luar kota, ia mengungkapkan rasa senangnya ketika kampung halaman menggelar acara festival kupat lepet.

"Acara ini bagus banget dan sangat menghibur, apalagi ini diadakan secara gotong royong lo mas, harapannya tahun depan sih semakin lebih baik lagi," lantang Johi sambil menggendong putrinya.

Festival-Kupat-Lepet-d.jpg

Acara festival kopat lepet sewu 2019 menampilkan tari dan musik khas suku using yaitu rodat syi'iran, gandrung, dan gending Banyuwangian. Rencananya di hari ke-10 lebaran prosesi adat puter kayun akan digelar, yang rutenya dimulai dari desa Boyolangu hingga ke Watudodol. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Roghib Mabrur
PenulisRoghib Mabrur Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia