Kemarau, Tanaman Cabai Milik Petani Gresik Mengering
Imbas musim kemarau kembali berdampak pada tanaman cabai milik petani di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Petani mengeluh sebab kondisi tanaman cabai yang siap panen itu mengering karena kekurangan suplai air.

GRESIK – Imbas musim kemarau kembali berdampak pada tanaman cabai milik petani di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Petani mengeluh sebab kondisi tanaman cabai yang siap panen itu mengering karena kekurangan suplai air.
Salah satu petani di Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Supani mengatakan dirinya merugi jutaan rupiah akibat ratusan tanaman cabai miliknya mengering sebelum dipanen.
Tanaman cabai itu mengering karena suplai air menipis. Awalnya, dikatakannya tanaman cabai mengering hanya di batangnya saja, namun kini menjalar di buah cabai.
"Biasanya dari 200 meter persegi lahan, bisa memanen puluhan kilogram sekali panen. Kali ini mengering, tak bisa dipanen," katanya, Senin (29/7/2019).
Dikatakan Supani, sejak Bulan Mei awal petani memang kesulitan suplai air sehingga tanaman cabai tidak tumbuh sempurna.
"Padhal sebantar lagi akan panen, namun mengering kemudian tanaman mati," terangnya.
Supiin petani asal Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, ketika harga cabai tinggi, petani tak ikut menikmati.
"Yang saya dengar harga cabai di pasaran tinggi. Meski begitu kita tak bisa menikmati karena tanaman cabai mengering tak bisa dipanen," keluh dia.
Sementara itu, Kadiskoperindag Agus Budiono menjelaskan, tingginya harga cabai di pasaran tak hanya terjadi di Gresik, melainkan terjadi di sebagian besar daerah.
Dia menilai, kenaikan harga tersebut dikarenakan pasokan cabai di pasar tak sebanding dengan permintaan. Dan, pasokan dipastikan menipis karena tanaman cabai milik petani mengering dan gagal panen.
"Namun untuk stok cabai di Gresik aman. Kenaikan harga cabai itu kemungkinan petani gagal panen karena musim kemarau panjang. Semoga harga kembali normal," harap dia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


