Advertisement
Peristiwa Daerah

Pemkab Sragen Anjurkan Penggunaan Bahan Non Plastik untuk Bungkus Daging Kurban

Jelang Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Sragen (Pemkab Sragen) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) keluarkan Surat Edaran (SE) untuk tidak menggunakan kantong plastik untuk pembungkus daging kurban.

TIMES Indonesia,
Pemkab Sragen Anjurkan Penggunaan Bahan Non Plastik untuk Bungkus Daging Kurban
Kantor Dinas Lingkungan Hidup Sragen. (Foto: Mukhtarul Hafidh/TIMES Indonesia)
A-AA+

SRAGEN Jelang Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Sragen (Pemkab Sragen) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terbitkan Surat Edaran (SE) untuk tidak menggunakan kantong plastik untuk pembungkus daging kurban.

Dalam surat edaran bernomor 339/404/04/2019 yang ditandantangani Sekda Tatag Prabawanto itu, masyarakat khususnya panitia kurban diimbau untuk menggunakan bungkus yang ramah lingkungan. Imbauan tersebut dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dari bahaya pencemaran bahaya plastik. 

Advertisement

Dengan beralihnya dari bungkus plastik ke besek bambu atau daun diharapkan mengurangi sampah plastik, dan menggeliatkan ekonomi kerakyatan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Sragen Nugroho Eko Prabowo menjelaskan. Surat Edaran tersebut, sebagai tindak lanjut anjuran dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. 

Eko Prabowo mengungkapkan Indonesia merupakan salah satu negara terbesar pengguna bungkus plastik sekali pakai dan menimbulkan sampah plastik yang cukup tinggi.

Sebagai gantinya, masyarakat disarankan membawa bungkus plastik sendiri yang ramah lingkungan dan besek bambu yang lebih ramah.

"Ini anjuran Kementerian LH. Kita kan termasuk negara pengguan plastik terbesar setelah China. Makanya kita dorong masyarakat agar sadar menggunakan bungkus yang lebih ramah. Kalau ada besek lebih bagus. Sampah plastik di Sragen kan juga terus meningkat," jelas Nugroho

Advertisement

Dalam kesempatan terpisah, Ketua GP Ansor Sragen Endro Supriyadi mendukung kebijakan Pemkab Sragen untuk  mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Menurut Endro, kebijakan itu jauh lebih dulu disampaikan PBNU.

Bahkan kalangan Nahdliyin sudah memulai menggunakan kantong non plastik dalam pembagian daging kurban.

"Memang awalnya agak ribet, harus cari besek, daun dan lainnya. Tapi ini upaya mengurangi sampah plastik. Kami sudah menyampaikan kepada warga Nahdliyin untuk menerapkan itu, bahkan imbauan PBNU sejak dulu itu," ujar Hendro

Sementara itu, Sekretaris MUI Sragen Muh Fadlan sangat mendukung upaya Pemkab Sragen dalam mengurangi sampah plastik. Pihaknya meminta masyarakat untuk menyediakan bungkus daging kurban sendiri dan praktis. "MUI melihat sampah plastik ini sangat gawat, tapi  masyarakat itu cuma cari praktisnya saja. Imbauan ini lebih baik, kita dukung pakai bungkus alternatif dan praktis," tandasnya Muh Fadlan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia