Bungkus Daging Kurban, Pemkab Ponorogo Serukan Pakai Besek dan Daun Pisang
Pemkab Ponorogo mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik saat membungkus daging kurban saat Idul Adha nanti. Untuk itu, Pemkab Ponorogo mengkampanyekan penggunaan besek bambu atau daun pisang untuk membungkus daging kurban.

PONOROGO – Pemkab Ponorogo mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik saat membungkus daging kurban saat Idul Adha nanti. Untuk itu, Pemkab Ponorogo mengkampanyekan penggunaan besek bambu atau daun pisang untuk membungkus daging kurban.
Kampanye yang dilakukan Pemkab Ponorogo selaras dengan Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya. Dengan nomor SE.8/PSLB3/PS/PLB.0/5/2016 tertanggal 31 Mei 2016. Tentang pengurangan sampah plastik melalui kantong belanja plastik sekali pakai tidak gratis.
''Berdasarkan surat edaran dari kementerian itu , Bupati mengimbau untuk pengurangan penggunaan plastik pada hari raya Kurban tahun ini,'' kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sapto Djatmiko, Kamis (8/8/2019).
Sebagai alternatif wadah dalam pendistribusian hewan korban Pemkab Ponorogo mengimbau masyarakat untuk menggunakan besek (anyaman dari bambu) atau daun pisang dalam pendistribusian daging kurban.
''Karena besek dan daun pisang itu lebih ramah dengan lingkungan,'' katanya.
Surat imbauan dari Bupati Ipong Muchlissoni itu ditujukan selain untuk masyarakat juga kepada ketua Muhammadiyah dan NU setempat. Selain itu juga kepada camat dan ketua Tamir Masjid yang berada di Ponorogo.
''Imbauan penggunaan besek atau daun pisang untuk bungkus daging kurban ini bagus karena untuk mengurangi penggunaan kantong plastik atau kresek di hari raya Idul Adha ini,'' ungkapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

