Jelang HUT ke-74 RI, Topi Capil di Magetan Laris Manis
Menjelang HUT ke-74 RI membawa berkah bagi sejumlah pedagang. Salah satunya Suradi, penjual topi Capil di Desa Ringinagung, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ia dapat meraup omzet ratusan ribu rupiah per hari.

MAGETAN – Menjelang HUT ke-74 RI membawa berkah bagi sejumlah pedagang. Salah satunya Suradi, penjual topi Capil di Desa Ringinagung, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ia dapat meraup omzet ratusan ribu rupiah per hari.
"Per hari saya bisa menjual topi capil lebih dari 100 biji dengan omzet Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu. Harga satuannya Rp 7 ribu sampai Rp 15 ribu," ujar pengrajin topi Capil asal Desa Ringinagung saat ditemui TIMES Indonesia, Kamis (8/8/2019).
Suradi mengungkapkan, menjelang 17 Agustus topi capil banyak dibeli banyak orang dari berbagai kalangan. Yakni, untuk dijadikan pernak-pernik guna menyambut HUT ke-74 RI.

"Sudah sejak lama saya menjual topi capil, tapi ramainya hanya saat musim panen para petani dan menjelang 17 Agustus," tuturnya.
Menurut Suradi, topi capil buatannya sudah tembus hingga luar daerah, seperti Ponorogo, Salatiga, Bojonegoro dan Boyolali. "Harga yang terjangkau dan hasil yang bagus membuat saya kebanjiran pesanan,"ucapnya.
Meski omzetnya meningkat menjelang HUT ke-74 RI dan saat musim panen, namun jika banyak petani mengalami gagal panen akan berdampak terhadap penurunan omzet yang diperolehnya. "Tapi kadang tidak mesti juga, kalau petani gagal panen otomatis omzet saya juga turun," ungkap pengrajin topi Capil asal Magetan ini.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

