Perawatan Mudah, Petani di Gresik Budidaya Cabai Merah Besar
Perawatan mudah serta tidak membutuhkan lahan luas, petani di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, budidaya cabai merah besar. Jika dibanding cabai rawit, harga cabai besar harganya lebih stabil.

GRESIK – Perawatan mudah serta tidak membutuhkan lahan luas, petani di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, budidaya cabai merah besar. Jika dibanding cabai rawit, harga cabai besar harganya lebih stabil.
Dalam proses budidaya, kategori tanaman cabai besar ada dua yakni jenis imola dan keriting. Dua jenis itu paling banyak dibudidayakan petani.
"Ya, karena mudah. Selain itu budidayanya mudah serta hasilnya memuaskan. Bahkan yang membuat petani menanam cabai merah besar adalah harganya stabil dan petani selalu untung," kata Khalim, petani cabai besar di Desa Ketapanglor, Kecamatan Ujungpangkah, Selasa (27/8/2019).

Khalim mengatakan, tanaman cabai merah yang dibudidaya petani ini cukup mudah dipraktikkan. Setelah pemilihan benih serta penanaman, tahap selanjutnya adalah tahap persemaian.
Nah, tahap persemaian ini juga proses paling penting. Dalam tahap ini media tanam ditambah menggunakan campuran tanah, sekam dan pupuk kompos.
Pada tempat persemaian lebih baik diberi naungan dengan menggunakan jaring. Ini digunakan untuk menghindari terkena sinar matahari langsung, terhindar dari air hujan, menjaga kestabilan suhu, dari terpaan angin dan menjaga kelembaban.
"Kelembaban dan kestabilan suhu sangat penting dalam proses persemaian benih cabe merah besar. Dan jangan lupa penyiraman teratur," imbuhnya.

Khalim membeberkan, budidaya cabe merah besar bisa menjadi komoditas yang menjanjikan. Harganya pun sangat stabil, untuk harga di tingkat petani saat ini Rp 15.000 untuk cabai merah jenis imola, dan Rp 12.000 untuk cabai merah besar jenis keriting.
"Jika dirawat ekstra petani bisa mendapat untung luar biasa. Bahkan ada petani disini sekali panen dalam lahan 4000 meter persegi bisa mendapatkan dua ton," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ketapanglor, In'am menembahkan jika warga di desanya banyak yang membudidayakan cabai merah besar. Budidaya cabai jenis ini sudah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu.
Selain cabai merah besar, petani sayur di Desa Ketapanglor ini juga membudidayakan aneka sayuran diantaranya mentimun, terong, kacang panjang, pare, tomat melon, semangka dan lain sebagainya.
"Petani di sini ini rata-rata membudidayakan jenis sayur. Petani disini mau berinovasi sehingga hasilnya maksimal serta tak lelah untuk mencoba," ujarnya menanggapi banyaknya petani di desanya membudidayakan cabai merah besar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


