Advertisement
Peristiwa Daerah

Festival Sastra Yogyakarta Telan Dana Keistimewaan Capai Rp 6 Miliar

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelontorkan dana sebesar Rp 6 miliar untuk menyukseskan kegiatan Festival Sastra Yogyakarta 2019. Dana itu dikucurkan agar perhelatan sastra di Yogyakarta berjalan lancar sehingga dapat mendukung pariw

TIMES Indonesia,
Festival Sastra Yogyakarta Telan Dana Keistimewaan Capai Rp 6 Miliar
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho dan panitia saat memberikan keterangan pers. (FOTO: Dwijo Suyono/TIMES Indonesia).
A-AA+

YOGYAKARTA Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelontorkan dana sebesar Rp 6 miliar untuk menyukseskan kegiatan Festival Sastra Yogyakarta 2019. Dana itu dikucurkan agar perhelatan sastra di Yogyakarta berjalan lancar sehingga dapat mendukung pariwisata yang ada di kota gudeg ini.

“Untuk acara ini pemerintah menggunakan dana keistimewaan dan festival sastra yang dilakukan ini merupakan komitmen pemerintah DIY dalam menguatkan posisi DIY sebagai daerah istimewa yang menempatkan budaya sebagai bagian penting di dalamnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, Selasa (3/9/2019).

Advertisement

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu strategi kebudayaan yang dilakukan oleh Pemda DIY dalam menempat Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata dimana sastra dan budaya salah satu bagian unggulan. Saat ini banyak kegiatan wisata yang ditampilkan tetapi masih kurang mengendepankan unsur budaya.

“Sehingga, festival ini dapat menjadi tempat ekspresi dan kreatif bagi para seniman sastra atau sastrawan Yogyakarta,” papar Eko.

Kurator Festival Sastra, Tia Setiadi mengatakan, kegiatan ini diikuti 100 peserta aktif dan 9 peserta undangan dari luar negeri. Peserta yang hadir akan menggelar berbagai bentuk sastra baik puisi, essay, novel film, dan sebagainya.

“Berbagai karya sastra juga akan di bahas di berbagai forum baik sarasehan seminar dan workshop. Rencana, kegiatan akan berlangsung hingga Minggu terakhir September mendatang,” terang Tia.

Sastrawan Faruk HT menerangkan, Yogyakarta merupakan tempat tumbuh suburnya seni sastra yang ada banyak para sastrawan yang lahir tumbuh besar di Yogyakarta. Sehingga, bukan mustahil bila Yogyakarta bisa menjadi poros sastra Indonesia.

Advertisement

“Sastra juga merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga dan melestarikannya. Tema karya sastra terus bergerak seiring dengan perkembangan jaman dan bersifat aktif serta tetap menjadi energi untuk menghadapi tantangan jaman ke depan. Kami mengapresiasi penyelenggaraan festival sastra di Yogyakarta ini,” jelas Faruk. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

D
PenulisDwijo Suyono Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia