Wujud Syukur, Warga Mangirejo Madiun Kirab Tumpeng Hasil Bumi
Warga Dusun Mangirejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun mempunyai tradisi unik sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan. Pada bulan Muharam setiap tahun, warga setempat mengadakan kirab tumpeng.

MADIUN – Warga Dusun Mangirejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun mempunyai tradisi unik sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan. Pada bulan Muharam setiap tahun, warga setempat mengadakan kirab tumpeng.
Tumpeng yang diarak tersebut bukan tumpeng biasa. Warga Mangirejo membuat tumpeng raksasa yang bahannya didominasi sayur-mayur segar dan hasil pertanian lainnya. Saking besarnya butuh paling tidak empat orang untuk mengusung tumpeng hasil bumi tersebut.

Kirab budaya tumpeng ini sangat meriah. Tumpeng diarak mulai dari Balai Dusun Mangirejo menuju petilasan Ki Ageng Mangir. Petilasan leluhur desa tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter dari ruas tol Madiun Surabaya.
Tahun ini kirab budaya tumpeng dilaksanakan pada hari Minggu (8/9/2019). Warga Dusun Mangirejo mulai dari anak-anak sampai orang dewasa mengenakan busana tradisional dan mengikuti arak-arakan tumpeng. Kirab juga dimeriahkan atraksi kesenian dongkrek.
“Kirab budaya tumpeng tersebut dilaksanakan untuk menjaga kearifan lokal dan gotong royong warga Mangirejo," ujar Juli Sektiono ketua panitia kirab sekaligus ketua Paguyupan Masyarakat Peduli Situ Mangiran.

Sedangkan Sunarmin Ketua RW 09 Mangirejo mengungkapkan, hampir semua warga terlibat dalam kirab tumpeng. Mengingat kegiatan tersebut sudah dilakukan secara turun temurun oleh warga Dusun Mangirejo Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


