Wagub DIY Ajak Masyarakat untuk Berpaling ke Pembangunan Kemaritiman
Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X mengajak masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengubah paradigma pembangunan daratan Among Tani menjadi pembangunan kemaritiman Dagang Layar. Ajakan ini disampaikan pada acara Festival Budaya Bahari 2019 di

YOGYAKARTA – Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X mengajak masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengubah paradigma pembangunan daratan Among Tani menjadi pembangunan kemaritiman Dagang Layar. Ajakan ini disampaikan pada acara Festival Budaya Bahari 2019 di Pantai Baru Ngenthak, Poncosari, Srandakan, Bantul, Minggu (8/9/2019).
Festival tersebut mengambil tema Laut Kita Masa depan Bangsa. Ajakan ini perlu disampaikan menyusul besarnya potensi kemaritiman yang selama ini belum digali. Sehingga, melalui Festival Budaya Bahari ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran khususnya generasi muda terhadap pelestarian laut sebagai sumber kehidupan.
“Yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan peningkatan gizi keluarganya. Dengan semangat Hamemayu Hayuning Samudera maka setiap masyarakat memiliki kewajiban memelihara laut,” kata Paku Alam X.
Sementara, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan DIY, Bayu Mukti Sasongko mengatakan, produksi ikan di pantai selatan mencapai 6.500 ton per tahun. Potensi ini belum dapat dimaksimalkan menyusul belum tersedianya pelabuhan pendaratan ikan. Selama ini, Pelabuhan Sadeng Gunungkidul masih menjadi satu-satunya pelabuhan pendaratan ikan di DIY. Sehingga, belum dapat menambah jumlah kapal khususnya yang diatas 10 GT.
Bertolak dari kendala ini, Bayu berharap pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto segera selesai. Dengan selesainya pelabuhan di Kulon Progo dengan kapasitas pendaratan ikan mencapai 27 ribu ton per tahun dan mampu disinggahi kapal berukuran 50 GT maka dipastikan produksi ikan tangkap dapat ditingkatkan.
Dengan semangat pembangunan sektor maritim, Pemda DIY akan mengubah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Gesing di Panggang Gunungkidul menjadi tempat pendaratan ikan. Detail Engineering Design (DED) akan dilakukan pada tahun 2020. Melihat kontur pantai yang menjorok ke daratan di perkirakan biaya pembangunan tempat pendaratan ikan Gesing akan lebih murah. Karena jumlah break water atau pemecah ombak yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.
“Dengan beroperasinya tiga pelabuhan pendaratan ikan di DIY tersebut maka dapat meningkatkan produksi ikan. Suplai kebutuhan bahan baku ikan untuk produksi pengolahan hasil perikanan akan meningkat,” terang Bayu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

