Advertisement
Peristiwa Daerah

Segebok Kepeng China Kuno Ditemukan di Halaman SLBN Kota Batu 

Segebok Kepeng China, uang koin kuno Negara China ditemukan di halaman belakang Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

TIMES Indonesia,
Segebok Kepeng China Kuno Ditemukan di Halaman SLBN Kota Batu 
Penemu koin Prapto Sutrisno, warga Kelurahan Temas saat menggali pondasi di SLBN Kota Batu. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia) 
A-AA+

BATU Segebok Kepeng China, uang koin kuno Negara China ditemukan di halaman belakang Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. 

Kepeng China yang jumlahnya ribuan keping dan seberat enam kilogram ini diuntai mirip kalung dan disatukan dengan ikatan menggunakan tali rami. Sedikitnya ada empat untai Kepeng China yang terpendam di dalam tanah sedalam kurang lebih satu meter ini. 

Advertisement

Kepeng-China-2.jpg

'Harta karun' yang terpendam ini ditemukan oleh Prapto Sutrisno, tukang yang sedang menggali pondasi untuk pembangunan ruang kelas baru di sekolah ini. "Saya temukan saat menggali tanah sedalam satu meter pada hari Sabtu (21/9/2019) sekitar pukul 11," ujar Prapto. 

Saat itu cangkulnya menyentuh besi, saat diperiksa ternyata ada empat untaian Kepeng China yang masih diselimuti tanah. Ia pun membersihkan untaian besi itu dengan air, saat itulah ia baru menyadari kalau yang ditemukan itu adalah Kepeng China. 

Prapto pun mengumpulkan Kepeng China tersebut ke dalam kaleng. Ia melaporkan temuan ini kepada Kepala SLB Negeri, Siti Muawanah Mariyam. "Karena koin kepeng China milik negara, sebagai warga negara yang baik kita melaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan, kemudian ditindaklanjuti laporan ini kepada Dinas Pariwisata," ujar Siti. 

Rabu (25/9/2019) Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Winarto dan arkeolog Dinas Pariwisata turun ke lapangan untuk meninjau peninggalan purbakala tersebut. 

Advertisement

Kepeng-China-3.jpg

Arkeolog Dinas Pariwisata Kota Batu, Widya Heri Setyowati mengatakan hingga saat ini pihaknya masih belum bisa menghitung jumlah keping koin. "Kami tidak menghitung, tapi kita timbang, beratnya, kurang lebih 6 kilogram," ujarnya. Widya mengatakan bahwa pihaknya juga memetakan keberadaan peninggalan purbakala. 

"Tidak ada peninggalan purbakala lain di sekitarnya, kita juga kesulitan untuk mengetahui usia koin, karena tulisan di koin banyak yang aus, rencana akan kita kirim ke laboratorium," ujar Widya. 

Ia menjelaskan beberapa tahap yang akan dilakukan pertama akan membawa koin ini ke laboratorium. 

Kedua, Disparta akan mencari data yang komprehensif dengan temuan purbakala yang sudah ada. "Kemungkinan hampir sama dengan karakter transkrip temuan Kepeng China di Pujon dulu," ujar Widya. 

Koin yang di Pujon, Kepeng berasal dari masa Dinasti Sung, Ming dan Ching. Sekitar abad 12-18. "Jadi kemungkinan dipakai dari masa Singhasari, Kediri dan Majapahit bahkan sampai masa Islam," katanya. 

Ketiga Disparta akan melakukan penyelamatan benda yang ada. Karena kondisi Kepeng China yang ditemukan di SLBN Kota Batu tersebut rapuh dan banyak yang aus. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Dhani Rahman
PenulisMuhammad Dhani RahmanPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia