Advertisement
Peristiwa Daerah

Kentrung, Sajian Puncak Lamongan Property Expo 2019 dan Pertunjukkan Rakyat

Seni pertunjukan asli Lamongan, Kentrung menjadi puncak dari rentetan penampilan beragam seni budaya Kabupaten Lamongan yang disajikan di Lamongan Property Expo 2019 dan Pertunjukkan Rakyat (Pertura).

TIMES Indonesia,
Kentrung, Sajian Puncak Lamongan Property Expo 2019 dan Pertunjukkan Rakyat
Penampilan Kentrung Taruno Budoyo, asal Desa Solokuro, dengan lakon Panji Laras Liris menutup Lamongan Property Expo 2019 dan Pertunjukkan Rakyat (Pertura), di Sport Center Lamongan (SCL), Sabtu, (28/9/2019). (Foto: Ardiyanto/TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN Seni pertunjukan asli Lamongan, Kentrung menjadi puncak dari rentetan penampilan beragam seni budaya Kabupaten Lamongan yang disajikan di Lamongan Property Expo 2019 dan Pertunjukkan Rakyat (Pertura).

Penampilan Kentrung Taruno Budoyo, asal Desa Solokuro, Kecamatan Solokuro, dengan menyajikan lakon Panji Laras Liris ini, mampu menyedot animo pengunjung Lamongan Property Expo 2019 dan Pertunjukkan Rakyat (Pertura).

Advertisement

“Pertunjukan seni asli Lamongan, Kentrung ini sebagai upaya memberikan hiburan ke masyarakat, dan juga melestarikan budaya asli Lamongan, ini sama saja dengan uri-uri budoyo,” ujar Achmad Edwyn Anedi, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Lamongan, Sabtu, (28/9/2019).

Untuk diketahui, Kentrung yang merupakan kesenian teater tradisional asli Lamongan ini, asal istilahnya, diambil dari suara musiknya yang berbunyi "tung, tung, tung'. Kentrung juga bisa diartikan “ngreken perkoro isane jluntrung”, yang penyampaiannya dengan cara bercerita (bertutur) dengan bahasa Jawa.

lamongan-property-expo.jpg

Kentrung terkadang dimainkan oleh satu orang pemain, sekaligus berperan sebagai Dalang Kentrung yang bertugas memainkan alat musik dan menuturkan cerita ini biasanya disebut Kentrung ontang-anting. Namun, ada pula yang beranggotakan 10 pemain saat tampil, dengan satu orang berperan sebagai dalang, dua sinden, satu pembaca macapat dan enam pemusik.

Cerita di Kentrung, seperti cerita Sunan Drajat, Panji Laras-Liris, Syekh Subakir dan cerita Wali Songo, namun juga bisa menyesuaikan dengan tema yang diminta, dengan diiringi instrumen musik Kentrung menggunakan rebana. Ada dua rebana yang selalu dimainkan dalam Kentrung, rebana berukuran besar dan rebana berukuran kecil.

Advertisement

Sebelum sajian Kentrung, lebih dulu disuguhkan secara bergantian budaya lokal lainnya, seperti campursari mini, keroncong mulai mulai 21-28 September di Sport Center Lamongan (SCL).

“Pertunjukkan-pertunjukan ini untuk memperlihatkan dan menambah kedekatan budaya kita ke masyarakat Lamongan, terutama anak-anak generasi milenial,” ucap Edwin.

Bahkan dalam Lamongan Property Expo 2019 dan Pertunjukkan Rakyat (Pertura) ini, juga memberikan kesempatan band-band indie dan anak-anak Lamongan untuk unjuk kebolehan.

lamongan-property-expo-b.jpg

“Ada tari, fashion show, nyanyi, anak-anak TK-SD, total ada 24 anak yang tampil,” tuturnya.

Menurut Edwin, berkesenian tidak dibatasi oleh usia  dan layak dilestarikan serta dipelajari oleh generasi muda sejak dini di tengah arus globalisasi ini. “Supaya tidak tenggelam oleh kemajuan zaman,” katanya.

Lebih lanjut Edwin membeberkan, di Lamongan Property Expo 2019 dan Pertunjukkan Rakyat (Pertura) juga dimanfaatkan untuk menggeber sosialisasi program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan.

“Kita sosialisasikan juga ke masyarakat program-programnya pak Bupati (Fadeli), ada LA-Pay, program Smart City, 18.21, Desaku Pintar, Lamongan green and clean, Lamongan bebas stunting, dan ODGC,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Lamongan Property Expo 2019 juga mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Lamongan. Sebanyak 20 pengembang yang tergabung dalam acara ini sukses menarik hati pengunjung untuk membeli rumah.

“Sudah banyak yang closing, dua sampai tiga per pengembang, bahkan ada yang lebih, ada yang empat, ada yang sepuluh. Ya seneng mereka bisa closing, artinya ini berhasil,” ujar Zulkha Kabid Perumahan dan Permukiman, Dinas Perumahan rakyat dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Lamongan.

Lebih jauh Zulkha membeberkan, pengunjung Lamongan Property Expo 2019 dan Pertunjukkan Rakyat (Pertura) paling menggandrungi rumah bersubsidi yang disediakan pengembang. “Kita ingin mengenalkan masyarakat umum, dengan harga yang terjangkau, tinggal memilih yang komersil dan subsidi. Ada juga yang bayar tunai, tergantung promosinya,” ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ardiyanto
PenulisArdiyantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia