Balkondes Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Candi Borobudur Jawa Tengah
Keberadaan puluhan Bale Ekonomi Desa (Balkondes) di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah diklaim mampu mendorong munculnya berbagai kreativitas program yang dirintis desa. Sejak beroperasi pada 2016

MALANG – Keberadaan puluhan Bale Ekonomi Desa (Balkondes) di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah diklaim mampu mendorong munculnya berbagai kreativitas program yang dirintis desa. Sejak beroperasi pada 2016, setiap tahun kunjungan wisatawan terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Termasuk kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan.
“Pada semester satu 2019 angka kunjungan ke Balkondes Borobudur sudah mencapai 247 ribu pengunjung,” kata Jatmika Budi Santoso, direktur PT Manajemen Community Based Tourism (CBT) Nusantara di Yogyakarta, Minggu (29/9/2019).
PT Manajemen Community Based Tourism (CBT) Nusantara merupakan sebuah lembaga yang membawahi Balkondes di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Jatmika menambahkan, pada awal beroperasi tepatnya pada 2016 hanya ada 91 ribu pengunjung. Lalu pada 2018 naik signifikan menjadi 250 ribu pengunjung. “Kalau dilihat dari sisi ekonomi, tentu sudah berapa rupiah yang berputar dari angka kunjungan di Balkondes ini, bisa sangat besar dan manfaatnya juga untuk masyarakat sendiri,” terang Jatmika.
Menurut Jatmika, hingga saat ini sudah ada 20 Balkondes yang beroperasi di kawasan Candi Borobudur. “Rencananya ada satu Balkondes lagi yang akan beroperasi dalam waktu dekat,” ujar Jatmika.
Jatmika menuturkan tak hanya candi, sejatinya kawasan di Borobudur memiliki potensi tersembunyi yang dapat digali dan dioptimalkan. Baik berupa produk, kerajinan, kesenian hingga potensi alamnya.
Jatmika mencontohkan salah satu potensi yang muncul setelah kehadiran Balkondes misalnya pengoptimalan tanaman coklat di daerah Bigaran.
“Dulu komoditas coklat hanya sebagai trading, mereka jual masih dalam bentuk raw materialnya saja, kini bersama-sama mulai belajar bagaimana produk ini punya nilai lebih dengan menjadikan sebuah bubuk dan diproses lagi menjadi coklat batangan,” papar Jatmika.
Selain itu, lanjut Jatmika, potensi lain yang muncul dari hadirnya Balkondes adalah kendaraan wisata berupa VW (Volks Wagen) Safari. Sebelumnya masyarakat belum memahami bahwa moda transportasi memiliki nilai bisnis yang bisa dimanfaatkan di kawasan Candi Borobudur.
“Dua tahun lalu hanya ada 4 VW Safari itupun dari PT TWC (Taman Wisata Candi). Kini setelah kami beri pemahaman bahwa kawasan heritage harus punya moda transportasi yang ikonik akhirnya tanpa diminta, warga banyak yang berbondong-bondong berinvestasi VW Safari hingga sekarang jumlahnya ada 70 unit,” terang Jatmika.
Jatmika menegaskan, banyak potensi lain yang muncul baik kerajinan, kesenian, produk makanan hingga potensi alam lainnya yang bisa dijual kepada wisatawan.
Meski Balkondes itu mulai saling tumbuh dan berdaya, tak lantas dibiarkan berjalan sendiri. Pihak pengelola pun menstimulasi program agar tiap balkondes kian inovatif dan saling bersaing positif meningkatkan kinerjanya. Seperti lewat gelaran Balkondes Award di Balkondes Ngadiharjo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 24 September 2019 lalu.
Jatmika mengatakan Balkondes Award yang pertama kali digelar itu untuk mengapresiasi capaian para pengelola lewat kekahasan program yang dihasilkan.
Dalam malam penghargaan ini ada tujuh kategori yaitu Balkondes Terbersih, Balkondes dengan Tata Kelola Terbaik, Balkondes Pemberdayaan Masyarakat Terbaik, Balkondes Terfavorit, Balkondes dengan Support BUMN Terbaik, Karyawan Terbaik dan Best of The Best Balkondes.
“Ada tujuh kategori penilaian dalam Balkondes Award ini, dengan hadiah uang pembinaan Rp 10 Juta untuk Balkondes Best Of The Best. Sedangkan untuk kategori lainnya masing-masing Rp 7,5 Juta. Balkodes Award ini sekaligus untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur,” jelas Jatmika. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

