Advertisement
Peristiwa Daerah

Pegawai RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat dan Kader Sehat Jiwa Belajar Batik Ciprat ke Blitar

RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang dan Kader Sehat Jiwa Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Malang binaan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) studi banding di kampung kreatif Batik Ciprat

TIMES Indonesia,
Pegawai RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat dan Kader Sehat Jiwa Belajar Batik Ciprat ke Blitar
Pegawai RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat dan Kader Sehat Jiwa Belajar Batik Ciprat, Senin (14/10/2019). (FOTO: Sholeh/TIMES Indonesia)
A-AA+

BLITAR RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang dan Kader Sehat Jiwa Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Malang binaan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) studi banding di kampung kreatif Batik Ciprat Yayasan Bhakti Kinasih, Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (14/10/2019).

Yayasan Bhakti Kinasih Mandiri merupakan wadah bagi penyandang disabilitas untuk membuat Batik Ciprat. Peserta studi banding tersebut mendapatkan penjelasan mengenai proses pembuatan batik ciprat. Bahkan mereka mempraktikkan membuat Batik Ciprat.

Advertisement

"Tujuan studi banding di kampung penghasil batik ciprat tersebut untuk mengadopsi karya sekaligus belajar membuat batik ciprat secara langsung," ungkap Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang dr Yuniar Soenarko, S.Pkj.

Para penyandang disabilitas di Yayasan itu membuat batik-batik cantik dan indah. Dalam membatik, mereka tidak menggunakan pola pasti. Semua motif disesuaikan dengan keinginan masing-masing anak. Jadi, hasil dari batik akan berbeda-beda pada setiap pembuatannya.

Hasil belajar secara langsung pembuatan batik ciprat, nanti akan kami ajarkan pula kepada eks. ODGJ di bawah binaan RSJ Lawang, sekaligus nanti juga akan kita ajarkan kepada rehabilitan di RSJ Lawang." urai Yuniar.

Seperti batik pada umumnya, proses pembuatan Batik Ciprat juga menggunakan remasol, mewarnai dengan waterglass, kemudian direbus, dan dijemur.

Sesuai namanya, cara membuat batik ini dilakukan dengan menciprat-cipratkan  bahan untuk menggambar kain batik yaitu larutan malam dikain berukuran 2 x 1,15 m. Malam dicipratkan kuas, Sehingga dalam pembuatannya dilakukan dengan teknik jumputan.

Advertisement

"Perbedaan batik ciprat dengan batik yang lain adalah warnanya yang mencolok. Selain itu, motifnya berbeda dengan batik pada umumnya. Yaitu, bintik-bintik. Membuatnya pun lebih mudah," terangnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Sholeh
PenulisMuhammad SholehBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia