Revalina Hanum, Bayi di Gresik Idap Hygroma Colli
Revalina Hanum, bayi berusia 11 bulan asal Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik mengalami pembengkakan di pundak. Dari pemeriksaan dilakukan, Revalina didiagnosa menderita hygroma colli.

GRESIK – Revalina Hanum, bayi berusia 11 bulan asal Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik mengalami pembengkakan di pundak. Dari pemeriksaan dilakukan, Revalina didiagnosa menderita hygroma colli.
Hygroma colli merupakan kelainan bawaan lahir akibat adanya gangguan saluran limfe, biasanya muncul sejak bayi lahir dan semakin besar dengan bertambahnya usia.
Untuk saat ini, Revalina tengah menjalani pengobatan intensif di RS Dr Soetomo, Surabaya. Sebelumnya, pihak keluarga memeriksakan di rumah sakit terdekat karena kekurangan biaya.
Derita Revalina itu membuat kesehariannya tidak nyaman. Ia hanya menangis karena menahan rasa sakit. Bahkan, ia selalu menangis jika bertemu orang baru.
Sayem (50) nenek dari Revalina mengungkapkan jika awalnya pembengkakan di pundak kanan cucunya itu dikarenakan ada benjolan kecil yang ada sejak lahir dan semakin membesar karena usia bertambah.
"Ya sejak lahir seperti itu, kini kontrol dibawa sama orang tuanya ke karangmenjangan (RS Dr Soetomo Surabaya), sebelum kesana juga berobat ke puskesmas setempat serta rumah sakit terdekat," katanya, Rabu (6/11/2019).
Sayem pun tak menyangka jika anak kedua dari Ahmad Fadhol dan Nur Niati ini didiagnosa menderita hygroma colli. "Sejak dua minggu mungkin semakin sakit dan selalu nangis," ungkapnya.
Kondisi Revalina itu pun membuat para warga serta instansi terkait turun tangan, bahkan mereka memberikan bantuan ke keluarga Revalina untuk berobat.
Kepala Desa Gosari Fathul Ulum mengungkapkan keluarga Revalina tersebut termasuk keluarga miskin, bahkan kedua orang tua Relavalina mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah.
Sebelumnya diakui Ulum, keluarga harus menanggung biaya pengobatan pribadi dengan dalih Revalina belum memiliki KIS karena data belum update.
"Dinsos serta pemerintah tanggap terhadap kondisi itu sehingga di buatkan KIS, agak lambat update data itu tiga bulan, Revalina kan umurnya belum setahun, mungkin update data lama. Sebelumnya kartunya bemum jadi sehingga pakai biaya mandiri," ungkapnya.
Beberapa pihak mulai dari Polsek Ujungpangkah, relawan sosial, grup media sosial Facebook, serta instansi lain, kata Ulum, sudah menyalurkan bantuan sejumlah uang untuk berobat.
Bahkan dikatakan Ulum, banyak juga instansi mulai membuka donasi yang bakal disalurkan untuk membantu meringankan beban pengobatan bagi Revalina.
"Saya mengucapkan terima kasih, kami terus berupaya agar Revalina kembali sembuh dan ceria kembali kami mengapresiasi berbagai pihak yang peduli," ujar Fathul Ulum merespons upaya bantuan terhadap Revalina Hanum, bayi di Gresik yang mengidap Hygroma Colli. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


