Perahu Baja yang Karam di Bengawan Solo Lamongan, Diduga Peninggalan PD I
Satu dari tiga perahu baja yang berada di dasar Bengawan Solo Lamongan telah berhasil diangkat. Diduga kuat perahu tersebut sebagai alat transportasi di masa perang dunia pertama.

LAMONGAN – Satu dari tiga perahu baja yang berada di dasar Bengawan Solo Lamongan telah berhasil diangkat. Diduga kuat perahu tersebut sebagai alat transportasi di masa perang dunia pertama.
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim, Andi Muhammad Said mengatakan, selain untuk mengangkut serdadu, perahu tersebut juga digunakan untuk mengangkut logistik.
"Perkiraan ini merupakan kapal sisa perang dunia pertama. Itu dibuktikan dengan adanya koin yang 1902," kata Said usai berhasil mengangkat perahu ke atas tanggul Bengawan Solo, Rabu (6/11/2019).

Said juga mengungkapkan, kemungkinan besar perahu tersebut tidak diproduksi di indonesia, sebab pada masa itu Indonesia belum punya pabrik baja. Bahkan sejauh ini juga belum pernah ada penemuan perahu sejenis di Indonesia.
"Belum ada temuan sejenis dan baru di sini ini. Hal itu sangat masuk akal, karena Bengawan Solo kan sangat besar waktu itu. Jadi memang bisa dilalui transportasi laut, jadi wajar saja kalau ada di sini," ujarnya.
Hanya saja kata Said, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan tahun pembuatan perahu yang memiliki panjang 7,2 meter dan bisa dipisahkan menjadi 2 bagian tersebut.

"Kita belum melihat indikasi tahun pembuatannya. Habis ini kita akan melihat referensi, literasi yang mendukung nanti seperti apa nanti kita cari. Tipenya kan pasti ada, tipe seperti ini dibangun tahun berapa," kata Said.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu dari tiga perahu baja yang berada di dasar Bengawan Solo, Lamongan telah berhasil diangkat ke atas tanggul menggunakan mobil offroad. Sementara dua perahu lainnya masih dalam proses pengangkatan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


