Kunjungi Pendukungnya, Gus Fawaid Ungkap Rencana Jika Terpilih Menjadi Bupati Jember pada 2020
Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur Muhammad Fawaid melakukan kunjungan kerja masa reses ke sejumlah lokasi yang menjadi kantong-kantong pendukungnya di daerah pemilihannya (dapil), yakni Jember dan Lumajang. Kunjungan pria yang akrab disapa Gus Fawai

JEMBER – Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur Muhammad Fawaid melakukan kunjungan kerja masa reses ke sejumlah lokasi yang menjadi kantong-kantong pendukungnya di daerah pemilihannya (dapil), yakni Jember dan Lumajang. Kunjungan pria yang akrab disapa Gus Fawaid tersebut untuk menyambung silaturahmi dengan para pendukungnya serta menyerap aspirasi mereka.
Politisi Partai Gerindra tersebut mengatakan bahwa dirinya akan memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat di dapilnya tanpa membeda-bedakan bendera atau organisasinya.
"Mudah-mudahan masyarakat di Jember dan Lumajang maju," kata Gus Fawaid usai menemui para pendukungnya di Kantor DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember, Patrang, Jember, Selasa (26/11/2019).
Dia menerangkan bahwa warga LDII di dapilnya menjadi pendukung yang cukup signifikan bagi dirinya saat masa kampanye pemilihan anggota legislatif lalu.
"LDII ini menjadi rumah kedua bagi saya," ucapnya.
Disinggung mengenai rencana dirinya untuk maju sebagai Calon Bupati Jember, Gus Fawaid membenarkan bahwa dirinya telah mengajukan diri sebagai Bakal Calon Bupati Jember dari Partai Gerindra.
Dia menerangkan bahwa dirinya ingin menjadikan Jember menjadi lebih baik daripada saat ini.
"Yang jelas Jember harus berbeda dengan yang sekarang. Saya sampai bingung melihat kondisi Jember saat ini," tuturnya prihatin.
Menurutnya, Jember harus segera mengejar ketertinggalannya di berbagai sektor. Seperti sektor ekonomi, pariwisata, dan pendidikan. Dia menyebut, hal tersebut terjadi lantaran Jember telah terisolir.
"Jember memiliki bandara yang lebih dulu ada daripada bandara di Banyuwangi. Tapi sampai sekarang jumlah penerbangan dari bandara Jember terus menurun. Padahal jumlah penerbangan itu merupakan ukuran jumlah kunjungan wisatawan maupun investor ke Jember," jelasnya.
"Jika investor yang datang ke Jember sedikit maka pembangunan di Jember ikut lambat. Jika pembangunan lambat maka berpengaruh kepada pendapatan per kapita masyarakat," jlentreh Gus Fawaid. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


