Diyah Safira, Biduan Banyuwangi Lolos 5 Terbaik Jatim Liga Dangdut Indosiar

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Raut bahagia terpancar dari wajah Diyah Safira. Betapa tidak, putri dari Kasturi, pedagang nasi goreng di Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, ini berhasil menjadi 5 besar terbaik Jawa Timur, ajang Liga Dangdut Indosiar 2020.
"Saya senang sekali, saya tidak pernah menyangka sebelumnya," ucap Diyah kepada TIMES Indonesia, Sabtu (21/12/2019).
Advertisement
Awalnya, gadis 15 tahun yang duduk dikelas 11 IPS, SMAN 1 Rogojampi, ini enggan untuk mengukuti even dangdut bergengsi tersebut. Apalagi, seleksi Liga Dangdut Indosiar 2020 di Banyuwangi, jumlah peserta cukup membludak. Itu pun peserta mayoritas kalangan biduan beken.
“Awalnya sempat pesimis, lalu saya diberi motivasi oleh om Teddy (Sapaan artis Banyuwangi, Teddy UT), dari situ akhirnya ayah makin bersemangat memberi dukungan,” kisahnya.
Dara kelahiran Banyuwangi,16 Februari 2003, memang sudah cukup akrab dengan dunia tarik suara sejak usia dini. Diyah masih ingat, kali pertama dia melantunkan suara emasnya sejak TK Nol Besar. Bahkan, saat kelas 2 SD, dia sudah nangkring diperingkat 3 Nasional dalam ajang Bintang Panggung Lifebuoy. Acara yang disiarkan oleh stasiun TV MNC TV, tersebut merupakan kompetisi tarik suara untuk anak-anak.
Prestasi gemilang yang diraih Diyah Safira kecil kala itu juga mengantar dirinya menjadi bintang iklan cilik shampoo Lifebuoy.
Diyah Safira, saat nyinden dalam agenda Banyuwangi Festival Gandrung Sewu. (FOTO: Dokumentasi TIMES Indonesia)
Yang tak banyak orang tahu, selain penyanyi muda berbakat, gadis yang mengaku masih jomblo ini memiliki keistimewaan dibanding biduan lain. Bukan hanya akrab dengan dunia sinden, baik sinden Gandrung Using dan sinden Jawa, tapi sejak duduk dibangku SD hingga SMA, Diyah Safira, selalu langganan juara lomba MTQ tingkat Kabupaten Banyuwangi.
“Saya juga pernah ikut lomba penari, dan menjadi yang terbaik se Indonesia. Saat itu masih kelas 6 SD, menjadi perwakilan kabupaten Banyuwangi, kita ambil tema, Pret Kampretan,” ungkapnya sambil tersenyum.
Dalam Liga Dangdut Indosiar 2020, Diyah adalah satu dari dua penyanyi asal Banyuwangi, yang lolos seleksi 5 terbaik Jawa Timur. Satu penyanyi dari Bumi Blambangan lainnya adalah Muhammad Alfin, warga Desa Dadapan, Kecamatan Kabat.
“Hari ini saya dan Alfin berangkat ke Jakarta, besok, 22 Desember 2019, dilaksanakan seleksi juri artis. Insya Allah saya akan tampil total, karena saya ingin kesenian Banyuwangi, terus harum dikancah Nasional,” cetus Diyah.
Ketika ditanya apa tidak malu ketika publik tahu jika dirinya hanyalah anak dari penjual nasi goreng? Jawaban Diyah Safira, justru diluar dugaan. Dia justru bangga menjadi anak penjual nasi goreng dan telah dikaruniai sosok ayah yang pekerja keras demi masa depan buah hatinya.
“Ayah adalah sosok pahlawan bagi saya, beliau rela berpeluh keringat demi saya,” katanya.
Sementara itu, Teddy UT mengaku sudah lama kenal dengan Diyah Safira. “Diyah adalah penyanyi muda bertalenta,” ucapnya.
Melihat semangat sejak awal seleksi, hingga lolos 5 terbaik se Jawa Timur, pencipta hits ‘Selire Welas’ mengaku terpanggil untuk hadir mengawal dan mendampingi.
“Kita dorong, guna melestarikan seni tradisional Banyuwangi. Saya ingin melihat seni tradisional Banyuwangi, kembali bargaung dikancah Nasional,” cetus artis, penyanyi, musisi sekaligus pencipta lagu yang belakangan digadang-gadang menjadi kandidat bernilai tawar untuk dipinang menjadi Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Banyuwangi ini.
Dalam dunia tarik suara musik kendang kempul Banyuwangi, nama Teddy UT memang dikenal memiliki kepedulian tinggi. Pria pemilik nama asli Teddy Anugrianto, asal Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, bahkan membentuk Ravi Management, sebagai wadah pengembangan bakat para artis muda Banyuwangi. Termasuk mendukung Diyah Safira, dalam ajang Liga Dangdut Indosiar 2020. “Saya juga akan mendampingi Diyah ke Jakarta,” ungkap Teddy UT. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |
Sumber | : TIMES Banyuwangi |