Kesenian Kebo Bule Simbol Harmoni Ponorogo dan Kraton Surakarta
Selain kesenian Reog yang sudah mendunia, juga kesenian Gajah - gajahan ada lagi kesenian asli Ponorogo yaitu "Kebo Bule". Kesenian ini merupakan simbol sejarah perang pecinan pada tahun 1742 an.

PONOROGO – Selain kesenian Reog yang sudah mendunia, juga kesenian Gajah - gajahan ada lagi kesenian asli Ponorogo yaitu "Kebo Bule". Kesenian ini merupakan simbol sejarah perang pecinan pada tahun 1742 an.
Hal ini sebagai bukti sejarah hubungan antara Kabupaten Ponorogo dan Kasunanan Surakarta terjalin harmonis sejak lama.

Dalam cerita sejarah, Kebo Bule kiai Slamet yang disakralkan oleh masyarakat Surakarta setiap 1 Suro atau tahun baru Islam berasal dari Ponorogo.
Pada masa itu Kebo Bule Kiai Slamet pemberian Adipati Ponorogo ke Sunan Pakubuwono II Keraton Kartasura.
Saat menghantarkan Kebo Bule tersebut dikawal oleh santri Kiai Mohammad Besari Tegalsari, salah satunya adalah Imam Puro yang petilasannnya ada di Desa Sukosari, kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.
Kesenian kebo Bule adalah sebuah kesenian mengarak perwujudan Kebo berwarna khas putih kemerahan, diiringi alunan musik tradisional perpaduan Jawa Cina dan lagu-lagu Jawa beraliran islami, campursari bahkan dangdut.

Konon kesenian ini sudah mendapat legalitas pada tahun 2019. Dengan begitu Kesenian "Kebo Bule" yang berada di Desa Sukosari Babadan tersebut mulai berbenah dalam tahun terakhir ini.
Untuk menyempurnakan kesenian Kebo Bule ada 3 faktor yang harus diperhatikan yaitu dalam hal arasemen musik, tari dan pembuatan film dokumenter.
"Kita masih dalam finalisasi target penyempurnaan arasemen musik, setelah itu akan melangkah ketahap selanjutnya" ungkap Silahudin Hudaya tokoh serta penulis sejarah kesenian Kebo Bule
Salahudin Hudaya menjelaskan kesenian Kebo Bule adalah sejarah syiar agama Islam pada masa itu. Untuk itu, generasi muda harus paham bahwa ada sejarah besar dibalik kesenian Kebo Bule, "Kesenian ini harus kita "uri-uri" sebagai media hiburan serta pembelajaran sejarah untuk masyarakat Ponorogo," jelasnya
Slamet Daroini Kepala Desa Sukosari Babadan menambahkan, dalam penyempurnaan kesenian Kebo Bule tersebut pihak desa mengadakan latihan rutin setiap malam minggu. "Target kita agar kesenian Kebo Bule bisa menjadi ikonik kesenian Ponorogo selain Kesenian Reog dan Gajah - gajahan," katanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

