Pelayanan Pelabuhan Ferry Galala Dihentikan Sementara, Rute Dialihkan
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan secara resmi menghentikan sementara aktivitas pelabuhan Ferry yang berada di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Keputusan ini mulai berlaku pada Senin (17/2/2020) besok hingga batas waktu yang tidak d

TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan secara resmi menghentikan sementara aktivitas pelabuhan Ferry yang berada di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Keputusan ini mulai berlaku pada Senin (17/2/2020) besok hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Dengan demikian, layanan angkutan penyeberangan lintasan Bastiong (Ternate) - Galala dan lintasan Dowora (Tidore) - Galala dialihkan ke Gita dan Sidangoli.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tidore Kepulauan Daud Muhammad menjelaskan penghentian pengoperasian rute feri tersebut karena adanya kerusakan pelencengan pelabuhan Galala. Pelabuhan tidak mampu lagi menahan beban saat mobil naik keatas kapal.
"Sehingga demi menjaga keselamatan pengguna jasa angkutan feri, rute feri tersebut dihentikan hingga menunggu pekerjaan konstruksi pelencengan usai dikerjakan,"ungkap Daud dalam konferensi pers di Tugulufa, Tidore, Minggu (16/02/2020).
Daud mengatakan, seluruh aktivitas bongkar muat angkutan maupun naik turun orang di pelabuhan ferry Galala tersebut dapat kembali beroprasi bilamana pekerjaan perbaikan pelabuhan sudah selesai dikerjakan.
Untuk pembongkaran dan rehab akan dilakukan mulai besok. Dan besok juga seluruh material akan diturunkan sehingga dalam waktu singkat akan dilakukan pekerjaan.
Daud Muhammad menuturkan, ada dua item pekerjaan di pelabuhan Galala. Pertama, pekerjaan konstruksi plengsengan yang memakai anggaran APBD sebesar Rp190 juta. Kedua, renovasi kembali ruang tunggu dari Kementerian Perhubungan Darat dengan nilai sebesar Rp1 miliar lebih.
“Kita upayakan dua pekerjaan ini dikerjakan bersamaan, tapi kita usahakan pertama adalah pelencengan pelabuhan yang sudah tidak layak lagi dilakukan pemuatan bongkar muat barang maupun orang naik turun, baik roda dua sampai roda empat ke atas,” jelasnya.
Sementara untuk pengalihan arus angkutan ferry rute Galala, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Perhubungan Darat mewakili Kementerian Perhubungan, dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) beserta pemilik kapal lain yang beroperasi di pelabuhan Ferry Galala. Tujuannya agar rute tersebut dialihkan ke Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dan Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore.
“Hari ini surat juga sudah disiapkan, suratnya mulai berlaku besok dan pekerjaan mulai dikerjakan besok. Untuk pengalihan arus ini didalam surat itu kami akan sampaikan ada beberapa pelabuhan yang sudah ada, yaitu di Gita dan di Sidangoli,” ujarnya.
Namun begitu, lanjut Daud untuk rute Gita tidak diperkenankan menggangkut kendaraan di atas roda empat. Hanya bisa mengangkut kendaraan roda dua, orang dan roda empat. Mengingat, kondisi pelabuhan Gita adalah pelabuhan laut yang hanya melayani kondisi angkutan di bawah roda empat dan orang.
"Kita bukan mengejar target distribusinya, kita upayakan pertama adalah keselamatan dan pelayanan. Kami tidak mau jangan sampai kita paksakan terus pelabuhan yang seperti ini, kalau terjadi apa-apa nanti disalahkan. Kita utamakan dulu keselamatan,” ujarnya.
Dirinya berharap masyarakat di daratan Oba, Pulau Tidore, dan Kota Ternate yang hendak menyebrang ke Galala diminta pengertian baiknya demi nama baik daerah dan keselamatan, baik itu operator maupun masyarakat yang ada.
Di akhir press conference, ia meminta kepada Camat Oba Utara dan Kepala Desa Galala, agar menyosialisasikan penghentian sementara ini, agar diketahui oleh seluruh masyarakat.
“Kita menahan diri dulu, kita perbaiki dulu, mudah-mudahan dalam waktu dekat dia sudah selesai pengeringannya. Mudah-mudahan ini sudah selesai semua baru kita aktifkan kembali pelabuhan Ferry Galala," ujarnya.
"Saya jamin bahwa ini tidak sampai di bulan puasa, kita upayakan sebelum bulan puasa itu seluruh aktivitas pelabuhan ferry Galala sudah bisa dibuka kembali, untuk melayani seluruh masyarakat pengguna jasa angkutan ferry Galala,” sambungnya mengakhiri. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

