Advertisement
Peristiwa Daerah

Perempuan Bisa Jadi Agen Pencegah Paham Terorisma dan Ekstremisme

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng mengapresiasi kursus singkat yang diselenggarakan The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia yang mengambil tema 'Perempuan dan Pencegahan Ekstremisme'.

TIMES Indonesia,
Perempuan Bisa Jadi Agen Pencegah Paham Terorisma dan Ekstremisme
Agenda kurusus singkat yang diselenggarakan AMAN di Semarang
A-AA+

SEMARANG Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng mengapresiasi kursus singkat yang diselenggarakan The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia yang mengambil tema 'Perempuan dan Pencegahan Ekstremisme'.

Ahmad Rouf, perwakilan FKPT Jawa tengah menyatakan penyebarluasan wawasan kebangsaan perlu didukung semua elemen bangsa sebagai media tangkal paham ekstremisme.

Advertisement

"Forum-forum diskusi, kajian dan sejenisnya yang membuka wawasan masyarakat terkait kemajemukan, moderatisme beragama, dan sejarah bangsa perlu didukung bersama untuk menangkal radikalisme-ekstremisme," katanya saat dihubungi pada Senin (16/3/2020).

Sementara Direktur the Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, Ruby Kholifah menyampaikan beberapa faktor yang menjadikan perempuan saat ini bisa menjadi agen pencegah dan pengubah paham teroris-ekstremisme.

Faktor itu antara lain sejarah ekstremisme di Indonesia, tren perubahan peran perempuan dalam ekstremisme, interseksi HAM perempuan dan ekstremisme dan peran CSO dalam pencegahan ekstremisme.

"Indonesia memiliki sejarah perempuan-perempuan hebat dalam menegakkan humanity dan keadilan," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan masyarakat tidak boleh mengucilkan mereka yang terpapar ekstremisme."Justru harus lebih kuat dari mereka dan mengajaknya menjadi warga Indonesia yang nasionalis religius," terangnya.

Advertisement

Menurutnya, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah masyarakat perlu memahami karakteristik individu dan kelompok ekstremis supaya tidak mudah menuduh sembarangan.

"Masyarakat perlu menjadi teman yang berguna dan kritis bagi mereka yang sudah terpapar (terorisme dan ektremisme). Masyarakat perlu merangkul mereka supaya menjadi warga negara Indonesia yang nasionalis-religious," tukas Kholifah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia