Makam Kiai Muhammad Besari di Ponorogo Terimbas Corona
Meski tidak ditutup makam Kiai Muhammad Besari yang berada di belakang masjid Tegalsari, Jetis, Ponorogo Jawa Timur sepi peziarah, akibat Corona. Biasanya setiap hari tidak kurang 2000 peziarah mendatangi makam tersebut.

PONOROGO – Meski tidak ditutup makam Kiai Muhammad Besari yang berada di belakang masjid Tegalsari, Jetis, Ponorogo Jawa Timur sepi peziarah, akibat Corona. Biasanya setiap hari tidak kurang 2000 peziarah mendatangi makam tersebut.
"Ini disebabkan ada penyebaran virus Corona dan juga ada imbauan kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah," kata Tomo, juru kunci makam tersebut, Selasa, (17/3/2020).
Kepada TIMES Indonesia, Tomo menuturkan bahwa kemarin-kemarin sebelum ada himbauan dari dampak virus Corona, "Minimal 15 sampai 20 bus peziarah datang kesini, sebagian besar dari luar Ponorogo," ucapnya.
Tomo juga mengatakan, seperti apapun dampak virus Corona, makam Kiai Ageng Muhammad Besari tidak akan ditutup. "Kami akan membuka terus pintu makam mbah Ageng Besari," jelas Tomo.
Dari pengamatan TIMES Indonesia sejak siang sampai menjelang sore, hanya beberapa peziarah yang masuk ke area makam tersebut, padahal
Makam Kiai Ageng Muhammad Besari saat bulan Rajab sampai menjelang Ramadhan selalu didatangi banyak peziarah, dan hampir semuanya bermunajat memanjatkan doa kepada Allah SWT agar jariah-jariah dari Kiai Muhammad Besari, Kiai Noor Shodiq, dan Kiai Hasan Besari diterima disisiNya.
"Semoga virus Corona ini cepat selesai, dan kembali masyarakat bisa berziarah ke makam leluhurnya," kata Imam Solebo, warga desa Tegalsari.
Hal yang sama juga disampaikan kepala desa Tegalsari Khorul Huda, semoga saja yang namanya virus Corona cepat lenyap, "Dan masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa ada kekhawatiran dengan virus tersebut," tukasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

