Heboh Petai Raksasa, Ini Kata Kapolsek Sigaluh
Beberapa hari terakhir ini warga Desa Panawaren Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara 'gamang' dan terus memperdebatkan perihal buah seperti petai yang tumbuh di Hutan Lidung Desa Pringamba (Sigaluh).

BANJARNEGARA – Beberapa hari terakhir ini warga Desa Panawaren Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara 'gamang' dan terus memperdebatkan perihal buah seperti petai yang tumbuh di Hutan Lidung Desa Pringamba (Sigaluh).
Warga menyebutnya petai jumbo atau raksasa karena panjangnya lebih dari 100 centi meter (CM). Sementara petai biasa panjangnya hanya 25 - 40 CM.
"Buah venomenal ini memang sempat viral di dunia maya dan menjadi topik bahasan karena bentuknya memang mirip petai," jelas Kapolsek Sigaluh AKP Priyo Jatmiko saat ditanya TIMES Indonesia, Selasa (24/3/2020) kemarin.

Karena buah ini pahit dan dikhawatirkan beracun kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak dikonsumsi.
Hal ini lebih dipertegas oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara Totok Setya Winarna dan Kepala Resot Wonosobo BKSD Jawa Tengah Adi Antoro. Menurut keterangannya buah tersebut tidak dapat dikonsumsi dan termasuk jenis tanaman rambat.

Menurut informasi warga tambah Kapolsek Sigaluh buah seperti petai ini biasa dipakai buat mainan.Jika sudah tua buahnya berwarna putih dan keras seperti batu. Jika digosok gosok antara satu dengan lainnya akan menimbulkan panas atau 'semelet'.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

