Pemkot Pagar Alam Alokasikan Rp 10 Miliar untuk Penanggulangan Covid-19

TIMESINDONESIA, PAGARALAM – Guna menanggulangi dampak penyebaran sekaligus penanganan virus corona, Pemerintah Kota Pagar Alam Sumsel menggelontorkan dana sekitar Rp 10 miliar.
Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH menjelaskan relokasi dana ini digunakan untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi wabah virus corona, seperti pengadaan pos-pos bagi rumah sakit, rapid test, alat pelindung diri bagi paramedis dan lainnya termasuk BPBD.
Advertisement
“Segera mungkin dana ini dipastikan sudah siap digunakan untuk penanggulangan penyebaran virus corona di Kota Pagaralam,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Kak Pian ini melanjutkan Pemerintah Kota Pagaralam menjamin stok sembako di pasar-pasar aman hingga sebulan kedepan.
“Kepastian hal ini setelah kami melakukan survey yang dilakukan terhadap sejumlah distributor yang ada. Kepada masyarakat diimbau untuk tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan. Pasalnya stok sembako masih aman dan kita sama sama berdoa semoga penyebaran virus corona cepat berakhir,” bebernya.
Pemkot Pagaralam juga telah menetapkan status siaga bencana Covid-19 melalui Keputusan Walikota Pagar Alam Nomor 102 Tahun 2020, tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kota Pagar Alam Tanggal 24 Maret 2020.
Pemerintah Kota Pagar Alam sudah bergerak untuk menangani wabah pandemi Covid-19, dengan membentuk Gugus Tugas Pencegahan Wabah Covid-19, yang dikepalai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Saat ini terdapat 23 ODP (orang dalam pemantauan) yang sebelumnya 18 ODP dan sedang melakukan isolasi mandiri. Ada 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sudah dirujuk ke RS Muhammad Hoesin Palembang. Sedangkan yang positif corona masih nihil.
“Untuk melakukan pencegahan berkembang wabah Covid-19, Pemerintah Kota Pagar Alam telah melakukan penyemprotan disinfektan ke perkantoran, fasilitas umum, dan perbankan. Pengecekan suhu tubuh kepada penumpang bis/travel yang masuk ke Kota Pagar Alam,” jelasnya.
Sementara terkait kabar bahwa pada tanggal 27 Maret sampai dengan 29 Maret 2020, akan dilakukan penutupan seluruh pasar di Kota Pagar Alam ditegaskan adalah kabar atau berita hoaks.
“Kita pada tanggal tersebut akan melakukan penyemprotan disinfektan di pasar pasar, dengan cara buka tutup sebagian toko saat penyemprotan,” jelasnya.
Wali Kota Pagar Alam mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya, tetap manjaga kesehatan dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, Menghindari kontak fisik secara langsung, bersalam-salaman dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.
"Harus tetap tenang, tidak panik dan ketakutan yang berlebihan. Tidak menganggap remeh terhadap wabah Covid-19. Kemudian senantiasa berdoa memohon keselamatan dan kesehatan kepada Tuhan Yang Maha Esa," jelas Wali Kota Pagar Alam, Alpian Maskoni. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Irfan Anshori |
Publisher | : Adhitya Hendra |