Advertisement
Peristiwa Daerah

Pedagang Pasar Induk Minta DPRD dan Pemkab Bondowoso Evaluasi Kebijakan

Pedagang sore dan pagi di Pasar Induk Bondowoso meminta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso dan DPRD untuk mengevaluasi kebijakan memindah pedagang di lantai dua.

TIMES Indonesia,
Pedagang Pasar Induk Minta DPRD dan Pemkab Bondowoso Evaluasi Kebijakan
Pasar Induk Kabupaten Bondowoso Jawa Timur (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Pedagang sore dan pagi di Pasar Induk Bondowoso meminta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso dan DPRD untuk mengevaluasi kebijakan memindah pedagang di lantai dua.

Demikian disampaikan oleh Endang, salah seorang pedagang sore di Pasar Induk Bondowoso saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2020). Dia mengaku selama ini sepi pembeli.

Advertisement

"Saat dipindah ke lantai dua kami mengalami penurunan pendapatan. Karena memang pembeli banyak yang enggan untuk naik. Selain karena harus menaiki tangga, keramik yang licin setiap hujan, menjadi salah satu faktor  juga," katanya.

Menurutnya, aspirasi ini disampaikan sejak Januari 2020, saat kebijakan pertama kali dilaksanakan. "Kami mengeluh sepi sejak awal Januari. Tambah ada Covid seperti malah tambah sepi lagi," terang pedagang ayam itu.

Memang, pemindahan pedagang pagi dan sore ke lantai dua, sebagai upaya untuk menjadikan Pasar Induk sebagai pasar berstandart nasional. "Tetapi yang tidak kami inginkan, justru merugikan para pedagang. Sedangkan fasilitasnya tak memadai," sambungnya.

Dia juga menunjukkan gambar pasar yang tampak kumuh, berserakan sampah dan beberapa titik air yang menggenang karena saluran menyumbat di lantai dua. Selama ini, pihaknya  telah menyampaikan aspirasi kepada Komisi II DPRD dan termasuk  Diskoperindag. Berharap, ada tindak lanjut.

"Harapan kami seharusnya ada komunikasi yang baik. Tidak ada sekat. Ada komunikasi yang baik antara pedagang dan Dinas. Sehingga terbina satu kesatuan yang utuh antara pedagang dan dinas," harapnya.

Advertisement

Diberitakan sebelumnya, para pedagang sore Pasar Induk Bondowoso itu pun telah menemui Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Bondowoso, untuk menyampaikan aspirasi serupa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia