Kusir Delman di Kuningan Tetap Narik Meski Sepi Penumpang
Di tengah Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), para pendokar atau kusir delman di Kabupaten Kuningan tetap beraktifitas seperti biasa.

KUNINGAN – Di tengah Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), para pendokar atau kusir delman di Kabupaten Kuningan tetap beraktifitas seperti biasa. Dalam kondisi sulit seperti ini, mereka berusaha bertahan dengan peliknya keadaan.
Salah satunya diungkapkan Ikhwan (18), salah seorang kusir delman di Jalan Siliwangi tepatnya di depan Kantor Pos Kuningan. Kondisi pandemi tidak menyurutkan semangatnya untuk mencari penumpang.
Ia yang telah dua tahun menjadi kusir menceritakan, pada situasi normal, para kusir delman bisa membawa pulang hasil nariknya itu sekitar Rp 50 ribu tiap hari. Tapi sejak pandemi virus corona ditambah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa Barat, mendapatkan satu penumpang pun sangat sulit.
"Iya kang, kondisi saat ini sulit sekali untuk mencari penumpang, sehari paling dapat Rp35 ribu," ungkap Ihwan saat ditemui di depan kantor pos jln Ahmad Yani, Senin (11/05/2020).
Ihwan mengatakan, dulu sebelum pandemi Corona, ia bisa membawa pulang uang Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu. Tapi sejak pandemi ini, pendapatannya terus berkurang.
Ia berangkat dari rumah pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 sore. Namun sebelum PSBB, ia kadang pulang pukul 18.00 WIB.
"Tapi sekarang kan masyarakat yang keluar rumah jarang, kemudian waktu pun dibatasi. Sudah untung dapat satu atau dua penumpag itu kalau narik bayarnya 5-10 ribu, tapi kadang tidak ada sama sekali penumpang," ucap warga asal blok Lebakardin Kelurahan Purwawinangun itu.
Hal senada diungkapkan oleh Puhun (48) asal Kelurahan Cijoho. Seperti halnya, Ikhwan, ia pun kesulitan mencari penumpang.
"Saya sudah lama narik delman, cuman kondisi Corona ini benar-benar berdampak pada ekonomi. Mau keluar narik gimana penumpang jarang, kalau di rumah aja pastinya tidak ada untuk makan sehari-hari," ungkap Puhun.
Atas kondisi ini, dia bersama kusir delman yang lain, berharap adanya bantuan dari pemerintah. Sebab, sejak ramai adanya bantuan sembako, belum ada satu pun yang diantar ke rumahnya atau dibagikan di tempat mangkalnya.
"Sekarang narik pun sepi jarang ada yang naik delman. Pulang pun ya secukupnya gimana ada penumpang saja. Kami berharap adanya bantuan, baik berupa sembako maupun yang lainnya. Setidaknya bisa meringankan beban hidup," harapan kusir delman di Kabupaten Kuningan ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

