Tukang Bersih Masjid ini Kumpulkan Uang untuk Naik Haji Lewat Pijat
Ketika Covid-19 berimbas pada hampir semua aspek kehidupan terutama perekonomian. Namun hal itu tak menyurutkan Wasikun Ridun (46) warga RT 2 RW 8 Desa Tinggarjaya, Jatilawang. yang kesehariannya bertugas sebagai tukang bersih Masjid Babussalam sekaligus

BANYUMAS – Ketika Covid-19 berimbas pada hampir semua aspek kehidupan terutama perekonomian. Namun hal itu tak menyurutkan Wasikun Ridun (46) warga RT 2 RW 8 Desa Tinggarjaya, Jatilawang. yang kesehariannya bertugas sebagai tukang bersih Masjid Babussalam sekaligus menjadi tukang pijat.
Menurutnya, selama sebelum dan masa pandemi Covid19 dirinya tetap melakukan aktivitas mulai dari azan Subuh hingga Isya. Selama di masjid Ridun memanfaatkan keahlian memijat yang dirlturunkan dari sang kakek bernama Astaji.

"Biasanya yang mampir beribadah ketika letih ada yang minta dipijat dan memberi upah atas jasanya seikhlasnya," katanya.
kalau ramai, Ridun mampu mengumpulkan uang setiap harinya rata rata 150 hingga 300 ribu.Biladi hitung dalam sebulan, bisa mendapatkan minimal 4 juta rupiah. Rencananya hasil dari memijat yang ditabung salah satu Bank BUMN untuk berangkat naik haji.
Ternyata Ridun yang kebetulan belum berkeluarga ini telah mendaftar haji sejak 2010 dan rencananya akan berangkat pada tahun 2023. "Uang pemberian orang ketika mijet sebagian saya tabung mas di bank untuk sangu berangkat haji," jelasnya.
Ridun mengalami gangguan gagap berbicara sejak lahir, namun saat mengumandangkan gagap bawaan itu hilang. Hal itu juga dibuktikan ketika TIMES mencoba untuk membuktikannya, dan ternyata benar terdengar lancar.

"Saya gagap sejak lahir mas, namun ketika saya azan anehnya saya lancar, dan ini saya anggap sebagai anugerah Tuhan," jelasnya.
Tujuan Ridun mengurus masjid adalah meningkatkah ibadah dan membantu sesama terutama warga sekitar. Kebanyakan orang minta dipijat saat habis shalat, sedang warga sekitar biasanya sore hari. Selain itu, dalam kesehariannya Ridun berjualan air mineral di sekitar masjid.
Sumisno, warga sekitar masjid yang kebetulan usai beribadah minta dipijat mengatakan bahwa sudah sejak 10 tahun terakhir Ridun menjadi tukang bersih masjid. "Walaupun tidak digaji, namun tetap giat, apalagi dari hasil memijat yang diberikan seikhlasnya oleh orang akan digunakan naik haji itu patut dicontoh," kata Sumisno. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

