Advertisement
Peristiwa Daerah

Patung Soekarno Kini Berdiri Kokoh di Taman Gor Palu

Patung Soekarno berdiri kokoh di Taman Gor Palu. Patung yang akan diberi nama Monumen Mutiara Bangsa ini dibangun atas dasar sejarah dan filosofi saat Bung Karno menginjakkan kakinya pertama kali di Tanah Kaili.

TIMES Indonesia,
Patung Soekarno Kini Berdiri Kokoh di Taman Gor Palu
Wali Kota Hidayat saat melihat langsung proses pemasangan bagian kepala patung Soekarno di Taman Gor Palu. (FOTO: Humas Pemkot Palu for Times Indonesia)
A-AA+

PALU Patung Soekarno berdiri kokoh di Taman Gor Palu. Patung yang akan diberi nama Monumen Mutiara Bangsa ini dibangun atas dasar sejarah dan filosofi saat Bung Karno menginjakkan kakinya pertama kali di Tanah Kaili.

"Soekarno pertama kali menginjakkan kakinya di Kota Palu pada 2 oktober 1957 di Taman Gor yang dulu namanya lapangan Gor," kata Wali Kota Palu, Hidayat saat melihat langsung proses pemasangan bagian kepala patung Presiden RI pertama tersebut.

Advertisement

Menurutnya, Bung Karno ke Palu saat itu dalam rangka konsolidasi Perdjuangan Semesta atau Perdjuangan Rakjat Semesta yang disingkat Permesta.

"Di tempat inilah beliau mengadakan rapat umum dengan seluruh elemen masyarakat Kota Palu. Salah satu bagian pidato beliau mengatakan bahwa ketika beliau melihat Kota Palu dari udara, Kota Palu ini merupakan rangkaian mutiara," ujarnya menirukan perkataan Soekarno.

Untuk itu, sejak Hidayat menjabat sebagai Kepala Balitbangda Provinsi Sulawesi Tengah, ia mencari makna dari filosofi itu.

Menurutnya, ada dua makna filosofi rangkaian mutiara di Kota Palu yang disampaikan Soekarno, yaitu pertama, ada rangkaian kehidupan sosial dan kedua ada rangkaian alam.

"Masyarakat Kaili ini adalah masyarakat yang sangat tinggi toleransinya, masyarakat yang sangat tinggi rasa kekeluargaannya, dan masyarakat yang sangat tinggi kegotongroyongannya," ucapnya.

Advertisement

Untuk itu, Pemkot Palu terus menumbuhkan budaya toleransi, kekeluargaan dan gotongroyong melalui berbagai program. Sehingga, lanjut Hidayat saat ini hampir tidak ada lagi konflik-konflik sosial yang terjadi.

"InsyaAllah tidak ada lagi konflik-konflik sosial. Tetapi ingat ancaman-ancaman konflik itu masih terbuka luas. Kita perlu waspada!," ucapnya.

Kemudian, adanya rangkaian alam, di mana Kota Palu memiliki empat dimensi alam yaitu dimensi gunung, bukit, teluk, dan dimensi sungai yang membelah kota.

"Nah ini semua yang kita coba gali mutiara-mutiara yang ada di empat dimensi tadi. Ada Salena dan hutan kota. Kita coba lakukan rekonstruksi kembali pantai. Namun baru selesai kita bangun kita sudah dilanda bencana. Nah, sungai kita sudah buat masterplannya, itu tinggal kita detailkan yang kurang lebih panjangnya sekitar 5 km," terangnya.

Wali Kota menguraikan tinggi bangunan dasar patung yakni 2 meter menandakan tanggal 2, tinggi patung secara keseluruhan yakni 10 meter menandakan bulan 10, dan struktur dasar bangunannya 5x7 meter menandakan tahun 1957.

"Ini kira-kira filosofi dan history kita bangun di sini. Patung Soekarno ini disponsori oleh Bank Sulteng yang merupakan anggaran promosi untuk masyarakat Kota Palu bukan CSR. Nanti di belakang sana ada logo Bank Sulteng," jelasnya dari Taman Gor Palu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia