Dua Puskesmas di Sampang Tutup Pelayanan Kesehatan
Dua Puskesmas di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ditutup sementara selama tujuh hari kedepan. Kedua Puskesmas itu yakni Puskesmas Tambelangan dan Puskesmas Robatal.

SAMPANG – Dua Puskesmas di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ditutup sementara selama tujuh hari kedepan. Kedua Puskesmas itu yakni Puskesmas Tambelangan dan Puskesmas Robatal.
"Jadi mulai Senin depan akan kembali dibuka," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Agus Mulyadi kepada TIMES Indonesia, Selasa (16/6/2020).
Agus Mulyadi menjelaskan, penutupan Puskesmas Tambelangan dan Puskesmas Robatal itu dilakukan setelah ditemukanya tenaga medis yang bertugas di dua puskesmas itu terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19.
Keduanya berinisial D (34) laki-laki bertugas di Puskesmas Tambelangan, sedang E (32) perempuan bertugas di Puskesmas Robatal.
"Jadi, dokter D dan E ini adalah pasangan suami istri, namun bertugas di dua puskesmas yang berbeda," tutur Agus. Bahkan, dokter D telah meninggal dunia RS Unair Surabaya pada 14 Juni 2020.
Ia menambahkan, penutupan layanan kesehatan ini hanya berlaku di tingkat Puskesmas, sedangkan ditingkat Polindes tetap berjalan. Sebab, tempat kerja dari dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut hanya di wilayah Puskesmas.
"Mudah-mudahan upaya ini dapat memutus penyebaran Covid-19 di Sampang,".
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang menduga, dokter D diduga tertular Covid-19 dari orang tuanya. Ayah dan Ibunya meninggal seminggu sebelumnya. Namun, mereka belum sempat di tes swab.
Suwito ayah dokter D, merupakan perawat senior di Sampang. Sebelumnya Suwito bertugas di Puskesmas Kedungdung.
Suwito meninggal di RSUD dr Mohammad Zyn, Sampang, pada Minggu (7/6). Statusnya adalah pasien dalam pengawasan (PDP). Berselang sehari, istri Suwito, Sri Rahayu, menyusul meninggal. Bidan senior di Sampang tersebut juga meninggal dengan status yang sama.
Pasangan Suwito dan Sri Rahayu membuka praktik di rumahnya di Kecamatan Kedungdung. Keduanya diduga terpapar dari pasien yang berkunjung untuk berobat.
"Pasien pasutri itu juga banyak yang berasal dari Surabaya dan Jakarta, mungkin tertular karena APDnya kurang," kata Agus. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


