60 Persen Jalan Rusak di Sragen Diusulkan Perbaikan Tahun Ini
Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sragen masih mengalami kerusakan, terutama di wilayah pedesaan di Desa Gilirejo lama, Kecamatan Miri. Hal itu membuat sejumlah warga menyampaikan aspirasinya ke Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sragen.

SRAGEN – Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sragen masih mengalami kerusakan, terutama di wilayah pedesaan di Desa Gilirejo lama, Kecamatan Miri. Hal itu membuat sejumlah warga menyampaikan aspirasinya ke Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sragen. Hal itu ditindaklanjuti dengan pengecekan lokasi jalan rusak serta perencanaan pembangunan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen meninjau lokasi Jalan di antara Dukuh Tanggulrejo sampai Dukuh Sendangrejo, Desa Gilirejo Lama. Dari pantauan jalan sepanjang 1 kilometer, kerusakan ditaksir mencapai 600 meter. Namun bobot kerusakan bervariatif, antara ringan sampai sedang.
Ari wibowo selaku Kasi perencanaan teknis jalan dan jembatan DPUPR Sragen menjelaskan pihaknya mengecek kondisi bersama kepala desa dan perangkat. Dia menjelaskan pekerjaan fisik di wilayah Kecamatan Miri cukup banyak. Seperti perbaikan talud dan peningkatan jalan.
Berdasarkan pemantauan dan pengecekan kerusakan 600 meter tidak dalam satu jalan. Namun beberapa bagian terpisah. Pihaknya akan mengusulkan anggaran perbaikan jalan tersebut dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020.
”Arahan dari pak Kadis (Kepala Dinas, red) perbaikan dilakukan per spot, bukan perbaikan total. Yang rusak diperbaiki yang masih bagus tidak,” tuturnya.
Usulan perbaikan hanya titik jalan yang rusak. Usulan yang akan diajukan, untuk perbaikan talud sekitar Rp 200 juta. Sedangkan perbaikan jalan sekitar Rp 857 juta rekonstruksi jalan. ”Insya Allah sejumlah itu yang kita usulkan," tegasnya.
Sebelumnya, seorang warga Desa Gilirejo Lama, Agus Purwanto mengaku belum ada perbaikan jalan sekitar 15 tahun. ”Seingat saya perbaikan terakhir sekitar 2005, kondisinya kalau hujan berlubang dan becek,” kata dia.
Sementara Kades Gilirejo lama, Parjo menjelaskan kondisi jalan mulai rusak sekitar 2011. Keluhan kerusakan jalan sudah disampaikan ke DPUPR. Dia berharap kerusakan jalan segera diperbaiki.
”Semoga dikerjakan pada tahun ini, kalau tidak pada APBD perubahan 2020, ya dikerjakan pada 2021,” ungkap Parjo terkait perbaikan jalan rusak di Sragen. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

