Peristiwa Daerah

BKKBN Jabar Targetkan Layanan Gratis untuk 454.226 Akseptor

Senin, 29 Juni 2020 - 14:56 | 24.96k
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Kusmana (kiri) saat dilantik Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mewakili gubernur, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (14/2/20). (Foto : Humas Jabar for TIMES Indonesia)
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Kusmana (kiri) saat dilantik Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mewakili gubernur, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (14/2/20). (Foto : Humas Jabar for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menargetkan pelayanan KB serentak untuk satu juta akseptor secara gratis. Dari jumlah tersebut Jabar mendapatkan alokasi terbanyak, yaitu 454.226 akseptor. 

Kepala BKKBN Jabar, Kusmana, optimistis target tersebut bisa terpenuhi. Meski tidak bisa dilakukan secara massal karena pandemi Covid-19, pihaknya menyiasati dengan seluruh petugas hingga jejaring masyarakat secara door to door.

Advertisement

"Pelayanan sejuta akseptor dengan gratis se-Jabar yang dikoordinir nanti oleh para bupati/ wali kota dan kepala dinas, kami akan menggerakkan para pengelola KB, penyuluh KB, tenaga penggerak desa, Kader KB, tenaga Motekar, semua kita bergerak memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat," kata Kusmana saat upacara peringatan Harganas di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (29/6/20). 

Menurut Kusmana, selama pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang tidak bisa mengkases pelayanan KB, terutama di fasilitas kesehatan yang terbatas karena tenaga medisnya fokus menangani Covid-19. 

Kusmana menyebut dari target 454.226 akseptor, 384.932 atau sekitar 85 persen di antaranya merupakan pil dan kondom. Dua jenis kontrasepsi itu jelas membutuhkan mobilisasi petugas besar-besaran. Sementara di luar itu, BKKBN Jabar menargetkan bisa melayani 12.029 akseptor IUD atau implan dan 57.265 akseptor suntik.

"Dengan demikian, total pelayanan serentak bisa mencapai target 454.226 yang sebelumnya sudah disepakati antara Perwakilan BKKBN Jawa Barat dan organisasi perangkat daerah (OPD) KB Kabupaten dan Kota di Jawa Barat," ucapnya.

Dari 454.226 akseptor yang menjadi target Jabar, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan beban paling besar. Kabupaten dengan jumlah penduduk paling gemuk di Indonesia ini ditargetkan mampu memberikan pelayanan kepada 52.279 peserta KB. 

Daerah lain dengan target di atas 30 ribu akseptor meliputi Kabupaten Bekasi (43.321 akseptor), Kabupaten Cianjur (31.226 akseptor), dan Kabupaten Karawang (30.935 akseptor).

Sebaliknya, daerah dengan target paling sedikit adalah Kota Banjar (1.228 akseptor), Kota Sukabumi (1.723 akseptor). Dari 27 daerah di Jabar, dua daerah ini yang mendapat target kurang dari 2.000 akseptor.

Penetapan target akseptor oleh BKKBN ini didasarkan pada perkiraan permintaan masyarakat (PPM) yang sudah ditetapkan pada saat rapat kerja daerah beberapa waktu lalu. Daerah dengan pasangan usia subur banyak tentu mendapat target banyak juga. Secara keseluruhan, Jawa Barat memiliki 9 juta pasangan usia subur,” jelas Kusmana.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES