Advertisement
Peristiwa Daerah

Di Tangan Pemuda Lamongan, Sabut Kelapa Jadi Media Taman dan Pot Bunga

Buah kelapa dikenal memiliki begitu banyak manfaat. Air dan daging kelapa dapat dikonsumsi dan dijadikan produk olahan, bagian tempurung kelapa bisa menjadi bahan kerajinan dan arang, bahkan sabut kelapa juga bisa menjadi produk yang memiliki nilai ekonom

TIMES Indonesia,
Di Tangan Pemuda Lamongan, Sabut Kelapa Jadi Media Taman dan Pot Bunga
Kepala Desa Sukosongo, Ahmad Zainal Arifin (kanan), bersama anggota Karang Taruna Karya Mandiri, menunjukkan media tanam dan pot bunga berbahan sabut kelapa produksi mereka, Sabtu (11/7/2020). (FOTO: Karang Taruna Karya Mandiri for TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN Buah kelapa dikenal memiliki begitu banyak manfaat. Air dan daging kelapa dapat dikonsumsi dan dijadikan produk olahan, bagian tempurung kelapa bisa menjadi bahan kerajinan dan arang, bahkan sabut kelapa juga bisa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis, salah satunya adalah pot bunga karya pemuda di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Ya, dengan bermodal bahan baku yang melimpah, pemuda anggota Karang Taruna Karya Mandiri, Desa Sukosongo, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan mengubah sabut kelapa menjadi dua macam produk, yaitu pot bunga dari serat sabut kelapa dan media tanam berbahan serbuk sabut kelapa (Cocopeat).

Advertisement

pot-sabut-kelapa.jpg

Ketua Karang Taruna Karya Mandiri, Ahmad Hanif mengatakan, ide pengolahan sabut kelapa tersebut muncul ketika mereka mengetahui bahwa sabut kelapa dibuang begitu saja atau hanya dimanfaatkan untuk kayu bakar.

“Awal niatan menciptakan produk tersebut bermula dari banyaknya sabut kelapa yang kurang termanfaatkan di Lamongan," kata Hanif, Sabtu (11/7/2020).

Apalagi menurut Hanif, di Lamongan belum ada yang memproduksi pot dengan bahan serat sabut kelapa atau yang biasa disebut Cocofibre.

Hanif menjelaskan, proses awal pembuatan pot bunga dan media tanam berbahan sabut kelapa tersebut dilakukan hanya dalam satu proses pengolahan.

Advertisement

"Proses pertama, kulit kelapa (sabut kelapa) kita giling menggunakan mesin. Nah setelah digiling sabut kelapa terlisah menjadi dua bagian, yaitu serbuk dan seratnya," tuturnya.

Serbuk serbuk sabut kelapa kemudian dapat dijadikan media tanam, karena memiliki kemampuan menampung air yang cukup tinggi.

"Media tanam berbahan serbuk sabut kelapa ini bisa digunakan untuk menanam bunga, seperti angrek atau yang lain, bisa juga untuk menanam sayuran seperti seledri, sawi, kangkung dan lain sebagainya," ucap Hanif.

Sementara untuk serat sabut kelapa, kata Hanif, dilakukan proses lebih lanjut untuk menjadi pot bunga berbagai bentuk.

pot-sabut-kelapa-2.jpg

"Seratnya kita bentuk menjadi pot menggunakan kawat ram yang tahan air," ujarnya.

Harga pot bunga berbahan sabut kelapa produksi Karang Taruna Karya Mandiri Desa Sukosongo tersebut terbilang cukup terjangkau.

"Kalau yang pot itu mulai dari harga Rp. 15 ribu sampai dengan Rp. 25 ribu, tergantung tingkat kesulitan dan ukurannya. Sedangkan media tanamnya kita jual dengan harga Rp.10 ribu per kemasan plastik," ucap Hanif.

Kedua produk berbahan sabut kelapa itu pun mendapatkan respon positif di pasaran. Bahkan Hanif menyebut bahwa konsumennya tidak hanya di wilayah Lamongan, namun telah menembus pasar luar kota.

"Peminatnya lumayan tinggi dari kota lain, diantaranya Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Bojonegoro dan terakhir itu kami juga kirim ke Jakarta," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukosongo, Ahmad Zainal Arifin, mengapresiasi kreativitas pemuda Karang Taruna Karya Mandiri yang mampu menelurkan sebuah produk.

"Kreasi mereka luar biasa. Ini adalah kesempatan untuk membuka lapangan usaha bagi warga Desa Sukosongo dan kreasi ini saya angkat menjadi UMKM Desa Sukosongo,"

Zainal pun berharap, kedepannya produk media tanam dan pot bunga berbahan sabut kelapa mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. "Yang jelas kami hanya mengangkat, bagaimana kedepannya pot bunga yang ramah lingkungan ini bisa memberikan peluang lapangan pekerjaan bagi warga setempat," ucap Zainal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

MFA Rohmatillah
PenulisMFA Rohmatillah Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia