Advertisement
Peristiwa Daerah

Purru Lamananga, Ritual Warga Sumba Meminta Hujan Kepada Sang Pencipta

Pelaksanaan Ritual Purru Lamananga merupakan wujud pengakuan pemeluk aliran penghayat kepercayaan Marapu orang Sumba di Dusun Kamarru, Desa Tanamanang, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur NTT.

TIMES Indonesia,
Purru Lamananga, Ritual Warga Sumba Meminta Hujan Kepada Sang Pencipta
Sejumlah tokoh adat Sumba saat berada di pesisir pantai dalam melaksanakan Ritual Purru Lamananga untuk memohon curah hujan. (FOTO: Yudi Rawambaku)
A-AA+

WAINGAPU Pelaksanaan Ritual Purru Lamananga merupakan wujud pengakuan pemeluk aliran penghayat kepercayaan Marapu orang Sumba di Dusun Kamarru, Desa Tanamanang, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur NTT.

“Ritual itu adalah percaya terhadap Tuhan yang Maha Esa yang bertujuan untuk memohon kepada Mawulu Tau atau Sang pencipta agar diberikan curah hujan yang cukup,” kata Budayawan Sumba Yudi T. Rawambaku, Selasa (14/7/2020).

Advertisement

Ritual-Purru-Lamananga.jpg

Ia menjelaskan, Ritual Purru Lamananga diawali dengan musyawarah seluruh Kabihu (Marga) yang menjalankan ritual untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan ritual.

“Jadi secara umum ritual itu diawali dengan Hamayang atau Doa di Katoda yang bertujuan sebagai pengakuan akan segala kesalahan dan pelanggaran yang mereka lakukan kepada Sang pencipta dengan diikuti dengan permohonan agar Sang pencipta berkenan mengampuni dan mensucikan agar layak untuk dilaksanakan ritual,” ungkapnya.

Ritual-Purru-Lamananga-2.jpg

Setelah itu menurut Yudi, keesokan harinya mereka menuju ke muara untuk memohon curah hujan dengan masing-masing pimpinan Kabihu (Marga) mempersembahkan potongan emas yang disimpan dalam Kenoto sambil mengungkapkan segala pelanggaran yang telah dibuat serta memohon ampunan.

Advertisement

Ritual-Purru-Lamananga-3.jpg

“Ritual ini luar biasa, saat disaksikan Staf Dinas Pariwisata dan Budaya Sumba Timur, selepas ritual Purru Lamananga langsung curah hujan turun lebat yang disertai petir dan gemuruh guntur yang terjadi di Kampung Kamarru dan sekitarnya,” terang Yudi Rawambaku. (*) 

Edisi-Rabu-15-juli-2020-ritual-sumba.jpg

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Habibudin
PenulisMoh HabibudinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia