Advertisement
Peristiwa Daerah

Pokdakan Mina Dadi Rejeki Banjarnegara Berharap Saluran Air Tambahan Terwujud

Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Mina Dadi Rejeki Desa Gumiwang Kecamatan Purwonegoro Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah berharap saluran air tambahan segera direalisasikan pemerintah setempat mengingat kebutuhan air sangat dibutuhkan para petani ikan

TIMES Indonesia,
Pokdakan Mina Dadi Rejeki Banjarnegara Berharap Saluran Air Tambahan Terwujud
Kolam ikan milik Udiono Pokdakan Mina Dadi Rejeki Gumiwang, Purwonegoro, Banjarnegara. (FOTO: Muchlas Hamidi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANJARNEGARA Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Mina Dadi Rejeki Desa Gumiwang Kecamatan Purwonegoro Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah berharap saluran air tambahan segera direalisasikan pemerintah setempat mengingat kebutuhan air sangat dibutuhkan para petani ikan setempat.

Ketua Pokdakan Mina Dadi Rejeki Udiono didampingi istrinya Nya Tri Wuryani kepada TIMES Indonesia menyampaikan saluran air tambahan tersebut untuk mengairi sedikitnya 20 ha kolam ikan milik warga yang tegabung dalam beberapa kelompok petani ikan termasuk Pokdakan Mina Dadi Rejeki.

Advertisement

Kolam-ikan-milik-Udiono-b.jpg

"Dalam hal ini kami memang sering mempertanyakan kepada dinas terkait karena saat kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke Gumiwang beliau meminta kami segera membuat proposal. Sehingga kami langsung membuat proposal," tuturnya, Jumat (17/7/2020) sore.

Karena ini juga untuk menunjang program pemerintah yakni minapolitan dan menyukseskan Kampung Nila yang dicanangkan Dirjen Perikanan dan Kelautan RI. "Desa Gumiwang sejak 28 Oktober 2013 dicanangkan sebagai Kampung Nila oleh Gubernur saat itu Bibit Waluyo," kata Udiono.

Diakuinya, ketersediaan air yang cukup sangat didambakan ratusan petani ikan di Gumiwang.  Karena untuk ikan jenis nila disamping air harus cukup,  juga mengalir deras. Sehingga pertumbuhan ikan menjadi sehat. Apalagi ditopang makanan yang cukup.

Selain masalah air, kata Udiono,  pembudidaya ikan juga mengeluhkan mahalnya pakan ikan yang terus meroket sehingga untuk menghemat pakan, pihaknya membuat probiotik sebagai tambahan asupan gizi bagi ikan.

Advertisement

"Alhadulillah ikan nila yang menggunakan probiotik  dagingnya lebih kenyal dan tidak bau amis (anyir)," tambah Udiono.

Kolam-ikan-milik-Udiono-c.jpg

Namun sayangnya ketersediaan ikan nila konsumsi di Gumiwang masih terbatas. Hal ini disebabkan beberapa  faktor di antaranya seperti disampaikan di atas.

Hal yang  perlu diketahui Gumiwang menjadi salah satu sentra ikan yang sering menjadi tempat studi banding petani ikan dari luar daerah.  Dan sering menjadi tempat edukasi bagi sekolah perikanan dan perguruan  tinggi di Indonesia.

Pada umumnya mereka tertarik dengan sistem probiotik karena mampu menghemat pakan ikan.

Bahkan Dirjen Kelautan dan Perikanan, Slamet Subiyakto beserta rombongan saat melakukan kunjungan ke Pokdakan Mina Dadi Rejeki, Kabupateen Banjarnegara beberapa waktu yang lalu merespon positif pembudidayàan ikan nila dengan probiotik.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muchlas Hamidi
PenulisMuchlas HamidiBergabung dengan TIMES Indonesia sejah tahun 2020 Liputan : Sosial, Budaya, dan isu atau kejadian di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia