BMKG Ungkap Fenomena Embun Es di Kawasan Dieng Banjarnegara
Fenomena embun es kembali terjadi di wilayah Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Fenomena alam ini pun terjadi akibat suhu dingin di musim kemarau yang secara umum terjadi secara merata di Indonesia.

JAKARTA – Fenomena embun es kembali terjadi di wilayah Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Fenomena alam ini pun terjadi akibat suhu dingin di musim kemarau yang secara umum terjadi secara merata di Indonesia.
Badan Meterologi, Klimitologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa fonomena ini terjadi karena puncak musim kemarau. Fenomena ini juga terjadi dikarenakan angin monsun Australia yang mengalirkan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju Asia melewati Samudera Indonesia dan wilayah Kepulauan Indonesia.
"Penguatan monsun Australia ini biasanya berkaitan dengan perkembangan sistem tekanan tinggi di atmosfer di atas Benua Australia yang mendorong massa udara memiliki aliran yang lebih kuat dari biasanya," kata Siswanto MSc, Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara.
Siswanto menjelaskan bahwa kecepatan angin terutama di bagian selatan Pulau Jawa dan Bali sangan kuat. BMKG mencatat kecepatan angin di Lombok, Denpasar, Solo, Jogja, Bandung mencapai 10-20 knot. Pada Jakarta, Semarang, Surabaya diperkirakan 5-10 knot, dengan 1 knot~0.5 m/s.
"Kota-kota di bagian selatan Jawa dan Bali juga menunjukkan suhu udara yang relatif lebih dingin sedikit dibanding bagian utara," sambungnya.
Fenomena tersebut, juga membuat wilayah-wilayah bagian selatan yang berada pada dataran tinggi akan mengalami suhu yang lebih dingin. Hal ini menyebabkan suhu bisa lebih dingin lagi di wilayah pegunungan. Salah satunya, seperti di Dieng yang dapat mencapai titik beku, karena mengikuti ketinggian tempat.
"Suhu permukaan di dataran rendah yang sudah lebih dingin dari biasanya kali ini, akan menurun secara gradual sesuai ketinggian tempat karena proses fisika laju penurunan adiabatik suhu udara. Suhu udara akan turun sebesar 0,65°C untuk setiap 100 meter atau turun 6,5° untuk setiap 1 km beda ketinggian (altitude) suatu tempat," jelasnya.
BMKG juga menjelaskan ketinggian tempat, kondisi cuaca cerah, dan bentuk topografi mendukung, memungkinkan terbentuk embun es, seperti embun es yang terjadi di Kawasan Candi Arjuna Dieng di Kabupaten Banjarnegara.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


