Advertisement
Peristiwa Daerah

Tim Peneliti Gabungan UIN Maliki Malang Ungkap Sungai Brantas Tercemar Mikroplastik

Tim Peneliti dari Environmental Green Society UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang), Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) dan TCC (Trash Control Community) UIN Sunan Ampel menemukan banyak sampah plastik di Sungai Brantas Kota

TIMES Indonesia,
Tim Peneliti Gabungan UIN Maliki Malang Ungkap Sungai Brantas Tercemar Mikroplastik
Ilustrasi - Membuang Sampah Ke Sungai. (Foto: Pixabay)
A-AA+

MALANG Tim Peneliti dari Environmental Green Society UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang), Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) dan TCC (Trash Control Community) UIN Sunan Ampel menemukan banyak sampah plastik di Sungai Brantas Kota Malang. Tepatnya di bawah jembatan Muharto.

Tim peneliti yang melakukan patroli lingkungan mulai 5 September - 6 September 2020 itu kemudian melakukan branding audit untuk mengidentifikasi sampah-sampah plastik berdasarkan produsennya.

Advertisement

Menurut catatan saat patroli tersebut, kondisi air Sungai Brantas sangat memprihatinkan. Warnanya keruh dan banyak sampah yang tergenang. Alhasil, kualitas air di daerah Sungai Brantas yang memburuk.

Selain itu, tim Peneliti juga melihat adanya tekanan antropogenik yang terus terjadi setiap harinya akibat aktivitas masyarakat yang tinggi terhadap pembuangan sampah domestik ke aliran Sungai Brantas.

Ziadatur Rizqiah peneliti dari TCC menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena tidak ada fasilitas umum untuk menampung sampah warga.

“Bila suatu saat air sungai meluap dikhawatirkan sampah plastik akan terbawa ke aliran. Kemudian, berpotensi sebagai bentuk pencemaran mikroplastik,” ungkapnya.

Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel air di Sungai Brantas, hasilnya menunjukkan bahwa sudah ada pencemaran mikroplastik. Kandunga air sungai yang berada di bawah jembatan Muharto, terdapat 37 mikroplastik dalam 100 liter air.

Advertisement

Kurnia Rahmawati peneliti dari Environmental Green Society UIN Maliki Malang menjelaskan bahwa mikroplastik yang ditemukan di Sungai Brantas dapat berdampak negatif bagi kesehatan manusia. “Mikroplastik ini akan berdampak pada gangguan hormon, menurunkan kekebalan tubuh, gangguan sistem saraf, hingga dapat meningkatkan risiko kanker,” ungkapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

C
PenulisChatelia Noer Cholby (MG-280) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia