Advertisement
Peristiwa Daerah

Hujan Lebat, Akses Jalan Utama di Halmahera Utara Tertutup Lumpur Material Banjir

Hujan lebat mengguyur Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) sejak semalam hingga pagi tadi, mengakibatkan akses jalan utama Desa Mamuya dan Desa Ruko atau jalan Nasional Tobelo-Galela tertutup lumpur dan material bebatuan dan kayu karena

TIMES Indonesia,
Hujan Lebat, Akses Jalan Utama di Halmahera Utara Tertutup Lumpur Material Banjir
Kondisi jalan tertutup lumpur dan matrial akibat banjir, serta paket bantuan sembako bagi warga. (Foto: BPBD Halut for TIMES Indonesia).
A-AA+

HALMAHERA UTARA Hujan lebat mengguyur Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) sejak semalam hingga pagi tadi, mengakibatkan akses jalan utama Desa Mamuya dan Desa Ruko atau jalan Nasional Tobelo-Galela tertutup lumpur dan material bebatuan dan kayu karena dibawa banjir.

Banjir diduga terjadi karena gundulnya hutan di sekitar lokasi bencana yang mengakibatkan longsor saat hujan lebat. Meluapnya air ke jalan utama karena tertutupnya saluran air akibat sampah.

Advertisement

"Iya bencana banjir lumpur-material terjadi di Desa Ruko Tobelo dan Desa Mamuya Galela. Penyebab hujan lebat semalam sampai pagi tadi, mengakibatkan akses jalan nasional Tobelo-Galela Tertutup," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Halmahera Utara, Abner Manerry, saat dikonfirmasi TIMES Indonesia melalui telepon seluler, Rabu (9/9/2020) sore.

Menurutnya, banjir di tempat yang sama merupakan musibah yang kedua kalinya di tahun 2020. Penyebabnya, selain diduga faktor alam juga karena kelalaian manusia dalam menjaga lingkungan sekitarnya.

"Di dekat jalan utama Desa Ruko sekitar 50 meter ada hutan gunung tetapi sudah gundul karena ditebang masyarakat untuk berkebun. Sehingga saat hujan lebat semalam hingga pagi, maka terjadi longsor di situ dan banjir membawa material dan lumpur ke jalan utama. Sementara di Desa Mamuya hanya sampah dan material tanah menutupi jalan," ungkapnya.

Banjir-HAlut-2.jpg

Selain itu, ucap Abner, parit saluran air yang ada di kedua desa itu penuhi dengan sampah. Hal ini juga menyebabkan ketika hujan air tidak dapat mengalir dengan baik dan akhirnya meluap ke jalan dan menggenangi beberapa rumah warga.

Advertisement

Namun dia katakan, Pemda Halmahera Utara bertindak cepat mengatasi bencana alam tersebut. Tumpukan material, lumpur dan sampah di jalan utama sudah dibersihkan dan jalan sudah dapat dilalui kendaraan baik motor maupun mobil.

"Pagi tadi BPBD bersama Dinas PU dan BLH telah meninjau lokasi bencana sekalian menurunkan alat berat guna membersihkan lumpur dan material kayu serta sampah dari jalan utama dan jelang siang sudah selesai, sehingga akses Tobelo-Galela normal kembali,' terangnya.

Kemudian ada sejumlah rumah warga Desa Ruko terendam air disedot menggunakan mesin pompa air oleh BPBD. Selain itu, Pemda Halut memberikan bantuan paket sembako berupa beras, supermie, ikan kaleng, telur dan satu kotak BNPB isinya alat dapur  kepada warga yang terdampak banjir.

"Di Desa Ruko ada tiga rumah terdampak cukup parah karena terendam air akibat banjir. Mereka telah diberi paket bantuan sembako dan alat dapur dari BNPB," tukasnya.

Akses jalan utama yang rusak akibat banjir itu, statusnya sebagai jalan Nasional. Maka perawatannya BPBD Halmahera Utara serahkan ke Dinas PU Halut berkordinasi dengan Dinas PU Provinsi Maluku Utara dan Kementerian PUPR RI untuk diperbaiki. "Jaga dan awat lingkungan sekitar dengan baik, jangan menebang pohon sembarangan dan membuang sampah pada tempatnya. Karena bencana ini sudah berulang kali terjadi," imbau Abner Manerry. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia