Menderita Penyakit ALS, Ibu dan Anak di Jombang Butuh Pertolongan
Kustomo (59) warga dusun Bandung Desa Bandung Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang harus menerima kenyataan pahit. Istri dan anaknya menderita penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) sejak bertahun-tahun.

JOMBANG – Kustomo (59) warga dusun Bandung Desa Bandung Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang harus menerima kenyataan pahit. Istri dan anaknya menderita penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) sejak bertahun-tahun.
Penyakit ALS adalah gangguan pada saraf-saraf motorik atau sel-sel saraf pada otak dan tulang belakang yang mengatur gerakan otot-otot lurik (otot yang digerakkan berdasarkan kemauan sendiri). Kondisi ini terjadi saat sistem saraf di mana sel-sel tertentu (neuron) di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan.
Sel ini mengirimkan pesan dari dalam otak dan sumsum tulang menuju otot. Masalah otot ringan muncul pada awalnya, tapi perlahan-lahan orang tersebut akan menjadi lumpuh. Pada akhirnya otot akan berhenti bekerja.

Penyakit tersebut dialami oleh istri dan anak Kustomo, yaitu Siti Rodiyah (52) dan Dwi Ayu Prasetya (28). Penyakit tersebut sudah menyerang Rodiyah sejak 19 tahun yang lalu. Sedangkan Ayu terjangkit sudah 8 tahun yang lalu.
Berbagai cara pengobatan sudah Kustomo jalani untuk kesembuhan sang istri dan sang buah hati. Kini mereka berdua hanya bisa berbaring di atas tempat tidur tidak bisa melakukan aktivitas apapun.
"Setiap hari saya dibantu anak saya yang merawatnya. Karena sudah tidak bisa aktivitas apapun. Malah istri saya makannya sudah susah. beberapa hari kemaren hanya bisa minum susu," kata Kustomo kepada TIMES Indonesia, Jumat (18/9/2020).
Penyakit ALS yang diderita Rodiyah dideteksi pertama kali saat dilakukan pemeriksaan di RS dr Soetomo Surabaya. Ia juga sempat membawa istrinya ke RSUD Jombang, hingga dirawat selama tiga bulan. Namun, keadaan Rodiyah semakin tak berdaya hingga Kustomo membawanya pulang dan dirawat di rumah.
"Pernah saya bawa ke RS dr Soetomo Surabaya Selama1 tahun, katanya dokter belum ada obatnya cuma dikasih vitamin. Kemudian dipernah juga di RSUD Jombang selama 3 bulan," katanya.
Usaha Kustomo demi kesehatan dan kepulihan istri dan anaknya tidak pernah berhenti. Dia terus berusaha hingga membawanya ke pengobatan alternatif di Trowulan, Mojokerto selama dua tahun. Namun, tidak ada perkembangan justru keadaannya semakin parah.
"Pernah juga saya bawa ke pengobatan alternatif di daerah trowulan Mojokerto tapi belum ada perkembangan juga," bebernya.
Kustomo yang kesehariannya sebagai tukang sepatu merasa sudah hapir putus asa untuk membiayai pengobatan istri dan anaknya. Beruntung dulu ketika pengobatan di Rumah Sakit ia mempunyai kartu Jamkesmas.
"Dulu pas dirumah sakit pakai kartu jamkesmas jadi masih ada keringanan. Untuk biaya alternatif pakai uang pribadi dan bantuan dari orang-orang dermawan," jelasnya.
Kustomo berharap agar istri dan anaknya bisa kembali sehat dan normal. Bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan yang layak. Besar harapannya untuk mendapat perhatian dari segala pihak khususnya Pemerintahan Kabupaten Jombang.
"Semoga istri dan anak saya segera mendapatkan perawatan dan pengobatan yang layak dan bisa segera sehat seperti biasa," harapnya.
Dengan keadaan ekonomi yang serba pas-pasan ia harus berjuang menghidupi keluarganya. Kini pria di Kabupaten Jombang ini hanya mampu berdoa dan ikhtiar semoga ada keajaiban untuk kesembuhan istri dan anaknya dari penyakit ALS. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

