Advertisement
Peristiwa Daerah

Sempat Reaktif, Santri di Ponpes Mabadiul Ihsan Banyuwangi Dinyatakan Sembuh

Seluruh santri di Ponpes Mabadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, sembuh dari penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

TIMES Indonesia,
Sempat Reaktif, Santri di Ponpes Mabadiul Ihsan Banyuwangi Dinyatakan Sembuh
Santri Ponpes Mabadiul Ihsan Tegalsari (Foto: Rizki Alfian/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Seluruh santri di Ponpes Mabadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, sembuh dari penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, dr. Wiji Lestariono saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, pada Minggu (4/10/2020).

Advertisement

"Saat ini santri yang kemarin sakit sudah sembuh. Tapi secara umum tetap harus menerapkan protokol kesehatan," ungkap dr. Rio sapaan akrabnya.

Menurut Rio, meskipun para santri sudah sembuh dari penyakit yang diderita namun pemantauan dari tim medis tetap dilakukan.

"Sudah tidak ada lagi penugasan tenaga kesehatan disana. Pemantauan secara umum dilakukan oleh Puskesmas setempat," ujar Rio yang juga Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Ditegaskan Rio, sakit yang diderita oleh para santri di Ponpes milik keluarga besar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tersebut bukan hanya ISPA saja, tapi bermacam-macam.

"Ada yang ISPA 7 orang, gatal 6 orang, sakit gigi 1 orang, sakit lambung 1 orang, luka jahit kaki 1 orang, nyeri selangkangan 1 orang. Semuanya sudah membaik," terang Rio.

Advertisement

Rio mengakui memang sebelumnya ada santri yang pada saat rapid tes menunjukkan hasil reaktif. Tetapi kondisinya dalam keadaan baik.

"Iya itu hasil rapid tes, bukan swab," cetus Rio.

Senada dengan Rio, Juru Bicara Ponpes Mabadiul Ihsan, M. Saroni mengungkapkan, kondisi kesehatan seluruh santrinya dalam keadaan baik.

"Semuanya sehat, ada kemarin yang memang hasil rapid tes reaktif. Tapi langsung kami lakukan karantina bersama 16 teman santri yang berasal dalam satu asrama," kata Saroni kepada TIMES Indonesia.

Santri-Ponpes-Mabadiul-2.jpg

Selain itu, sebanyak 53 santri yang juga berada dalam satu lantai asrama namun beda ruangan juga sudah dilakukan pemeriksaan rapid tes. Hasilnya, kata Saroni,  semua santri dinyatakan non reaktif.

"Jadi jangan khawatir, semuanya insyallah aman. Tapi kami tetap lakukan karantina selama 14 hari terhadap seluruh santri. Ini sekarang sudah berjalan 7 harian," ujar Saroni.

Saroni mengatakan, sejak awal ditemukan adanya santri yang terserang ISPA, tim medis dari Dinas Kesehatan maupun BPBD Banyuwangi langsung bergerak cepat untuk menangani.

"Para santri diberikan obat, vitamin dan perlengkapan untuk penanganan penyakit. Karena kan memang ditakutkan kena corona, seperti kluster Blokagung yang sebelumnya terjadi," terang Saroni.

Menurut Saroni, pihak Ponpes kini memberlakukan peraturan ketat. Mulai dari pembatasan kegiatan belajar mengajar, TPQ dan tidak diperbolehkannya wali santri masuk ke Ponpes.

"Ustadz Ustadzah di TK atau TPQ sementara kami larang untuk masuk ke Ponpes. Sehingga hanya ngirim file begitu saja. Boleh tapi hanya satu jam saja kegiatannya," tegas Saroni.

"Dulu kan juga ada warga setempat yang ikut salat di Masjid Pondok, tapi setelah Kluster Pesantren waktu itu kita belum bolehkan. Lalu pembatasan jenguk santri bagi wali. Hanya aktifitas ngaji yang tidak ada pembatasan," tambahnya.

Saroni menjelaskan, total keseluruhan para santri di Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan berjumlah hampir seribu orang. Dari jumlah tersebut kini semuanya dilakukan karantina.

"Semuanya dikarantina, tanpa terkecuali," tandas Saroni.

Sebelumnya diberitakan sejumlah santri di Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Tegalsari mendadak terserang ISPA. Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi langsung turun ke lapangan untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit tersebut.

Terkait kejadian ini, juga beredar Surat Resmi Dinkes Banyuwangi, yang ditujukan kepada Kepala Puskesmas se Kabupaten Banyuwangi. Isinya tentang penugasan sejumlah tenaga medis dari Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas untuk berjaga di Pos Pelayanan Kesehatan Ponpes Mabadiul Ihsan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizki Alfian
PenulisRizki Alfian Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia