Advertisement
Peristiwa Daerah

Jurnalis Berjiwa Entrepreneurship Tetap Survive dan Kreatif di Tengah Pandemi 

Negara di ambang krisis sebagai dampak pandemi. Salah satu sektor yang merasakan getirnya adalah perusahaan media. Banyak jurnalis mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

TIMES Indonesia,
Jurnalis Berjiwa Entrepreneurship Tetap Survive dan Kreatif di Tengah Pandemi 
Paparan Agnes Santoso tentang kewirausahaan, Rabu (7/10/2020). (foto: tangkapan layar)
A-AA+

SURABAYA Negara di ambang krisis sebagai dampak pandemi. Salah satu sektor yang merasakan getirnya adalah perusahaan media. Banyak jurnalis mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bagi wartawan yang memiliki kelebihan survive karena memiliki usaha sampingan, mungkin kondisi tersebut tak terlalu berat.

Namun, faktanya, banyak jurnalis tidak memiliki keahlian maupun persiapan. Maka, guna mengatrol kemampuan mendapat uang di luar professionalitasnya, perlu strategi dan keahlian khusus. 

Advertisement

kewirausahaan 2

Agnes Santoso, jurnalis dan sosio preneur, mengisahkan, ia berbisnis sambil memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. Saat ini, Agnes memiliki inovasi usaha daur ulang sak semen. 

"Membangun sebuah usaha berawal dari masalah dan kita mencoba mencari solusinya," ungkap Agnes saat sharing tentang media dan kewirausahaan dalam acara Husky CNOOC Madura Limited Edukasi Media HCML 2020-Entrepreneurship Development dan Digital Marketing, Rabu (7/10/2020). 

Ide tersebut berasal dari kisah seputar lingkungan tempat tinggalnya. Saat itu kondisi rumahnya merupakan kawasan rentan banjir. 

"Waktu dulu rumah saya banjir dan kita nggak tahu kenapa bisa banjir dan kemudian kita berpikir dari hal yang tidak kita sukai dan kita coba cari solusi. Waktu itu kita bikin komunitas lingkungan, sebagai kampanye peduli lingkungan," ungkap Agnes. 

Advertisement

Ia menambahkan, perlunya mengasah mindset dari seorang entrepreneurship. Antara lain bisa menjual sesuatu untuk mendapatkan keuntungan dan berpikir selangkah lebih maju, peka terhadap tren, mengikuti sosial media yang banyak berperan membantu dalam pemasaran. Salah satunya melalui aplikasi TikTok di mana dalam aplikasi tersebut tak hanya produk, namun juga jasa. 

"Kita harus berbisnis untuk bertahan hidup, memahami kebutuhan masyarakat, berjejaring, peka terhadap peluang dan tantangan," tandasnya. 

Sebab, saat ini semua terdampak sehingga tidak bisa mengandalkan satu sumber saja. 

"Banyak cara untuk bertahan hidup tapi kita harus punya pola pikir wirausaha sambil mengembangkan solusi yang ada di masyarakat," imbuh Agnes. 

kewirausahaan 3

Senada, Andreas Agung Bawono, Digital Marketing Expert, menguraikan perlunya merubah pola dari traditional market menuju digital marketing. 

Agung sendiri sempat bekerja tujuh tahun sebagai karyawan otomotif nasional namun resign dan memilih full time menjadi digital marketing dengan sederet prestasi membanggakan. 

Ia menjalankan beberapa bisnis online berupa supplement kesehatan, jasa pelatihan dan beberapa bisnis digital lain. 

"Digital marketing pada dasarnya adalah sebuah strategi untuk mempromosikan produk secara virtual, para praktisinya disebut digital markeeter," ujarnya. 

Tujuan digital marketing mendatangkan sebanyak mungkin traffic atau pengunjung. Meliputi traffic secara organik (gratis) atau tanpa iklan berbayar dan path traffic atau iklan berbayar misal dengan Face Book Ads, Instagram Ads dan sebagainya untuk mengundang traffic. 

Jawaban paling dasar penggunaan digital marketing karena perilaku konsumen sudah berubah sesuai perkembangan internet. 

"Semua sudah berkumpul di dunia digital, jika tidak bisnis bisa ketinggalan bisa punah karena konsumen sudah berkumpul di internet. Oleh karena itu kita perlu masuk ke dunia digital marketing," jelasnya. 

Bisnis yang paling cocok dengan digital marketing bermacam jenis. Namun, ada satu point utama yaitu pentingnya melihat target market, sebab saat ini hampir semua orang sudah mempunyai gadget yang terkoneksi dengan internet. 

Peluang bisnis dalam dunia digital marketing meski banyak keterbatasan tetap bisa dilakukan. Bisnis tanpa modal, tanpa produk, tanpa tempat usaha maupun tanpa karyawan. Misal, menjadi dropshipper. 

"Hanya modal kuota dan gadget, tinggal pasarkan produk supplier dan akan dikirim menggunakan nama Anda," imbuhnya. 

Selain itu, affiliate marketing. Menjualkan produk perusahaan tertentu melalui link khusus. Keuntungan berupa komisi dari vendor. Biasanya untuk pendaftaran gratis. Misal Agoda, Traveloka, Zalora, Amazon dan banyak lagi. 

"Anda bisa daftar jadi affiliate, masuk web-nya dan mendapatkan link affiliate yang bisa disebar. Jika ada pengunjung yang belanja lewat link Anda, maka dapat komisi," tandasnya. 

Peluang bisnis lain, menjadi publisher atau penayang iklan dari Google. Saat ini banyak dimainkan dan sudah menjadi profesi. Misal membuat konten video di YouTube. 

Kepala Bagian Humas SKK Migas Jabanusa, Doni Ariyanto mengatakan, HCML mengadakan webinar digital marketing dan entrepreneurship bagi jurnalis dengan harapan memberi dampak positif secara luas. Pasca seminar entrepreneurship, giat juga dilanjutkan mentoring sehingga saying bersinergi menjadi sukses.

"SKK Migas berharap mampu memberikan dampak yang bagus bagi jurnalis. Menjadi lebih kreatif dan lebih maju," ujar Doni. 

Manager Regional HCML Hamim Tohari, menambahkan, agenda ini sebagai salah satu ikhtiar HCML bergandengan tangan bersama masyarakat untuk bersama melewati krisis. Mensiasati melalui sharing pengetahuan untuk bersama melalui pandemi ini.  "Semoga pengetahuan kali ini bisa memberi manfaat bagi kita semua," imbuhnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia