Advertisement
Peristiwa Daerah

Tracing Massal 42 Warga Desa Gunggungan Lor Probolinggo, Ini Hasilnya

Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Probolinggo telah melakukan tracing massal terhadap 42 warga Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran di balai desa setempat, Kamis (8/10/2020) pagi.

TIMES Indonesia,
Tracing Massal 42 Warga Desa Gunggungan Lor Probolinggo, Ini Hasilnya
Seorang warga Gunggungan Lor, Pakuniran, Kabupaten Probolinggo menjalani rapid test antigen massal (foto: Ugas Irwanto)
A-AA+

PROBOLINGGO Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Probolinggo telah melakukan tracing massal terhadap 42 warga Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran di balai desa setempat, Kamis (8/10/2020) pagi.

Tracing massal dilakukan buntut dari perebutan jenazah Musolli oleh warga dan kerabat dari petugas. Minggu (4/10/2020). Jenazah yang sedianya akan dimakamkan sesuai protokol Covid 19, akhirnya batal dilakukan.

Advertisement

Oleh warga dan kerabat, peti jenazah dibongkar dan dimakamkan di luar prosedur protokol Covid 19. Belakangan, hasil tes usap (swab) Musolli diketahui positif Covid-19, sehingga tracing massal dilakukan. Bagaimana hasilnya?

Koordinator Penegakan Hukum Satgas Covid 19, Ugas Irwanto mengatakan, 42 warga tersebut menjalani rapid test antigen dengan akurasi 90 persen.

"Kalau hasilnya reaktif, kita lanjutkan dengan swab. Kalau non reaktif, ya kita pulangkan," terang Ugas saat meninjau pelaksanaan tracing massal.

Ugas menyebut, 42 warga dan kerabat yang kontak langsung semuanya non reaktif. "Hasilnya semua nonreaktif. Alhamdulillah tidak sampai menular," katanya.

Dalam pantauan TIMES Indonesia, tracing massal dilakukan dengan pengamanan 100 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Satgas desa setempat. Pengamanan ketat diterapkan untuk mengantisipasi perlawanan warga, seperti yang terjadi Minggu. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Iqbal
PenulisMuhammad IqbalSarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam (2009), serta Magister Pendidikan Agama Islam (2016) Universitas Nurul Jadid. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik di Probolinggo, Jawa Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia