Pemkot Jakarta Pusat akan Ubah Lahan Kosong Menjadi Urban Farming
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Jakarta Pusat) akan membuat urban farming (pertanian perkotaan) di sejumlah lahan kosong atau lahan tidur milik pemerintah.

JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Jakarta Pusat) akan membuat urban farming (pertanian perkotaan) di sejumlah lahan kosong atau lahan tidur milik pemerintah.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Irwandi saat Rapat Koordinasi Persiapan Pemanfaatan Lahan untuk Urban Farming, di Ruang Rapat Wakil Walikota, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (26/10/2020).
"Seluruh aset dan tanah milik Pemkot Jakarta Pusat (lahan kosong) harus ditanami tanaman atau sayur-sayuran menghindari orang-orang yang berpikir negatif melihat lahan kosong," katanya.
"Kalau tanah nganggur atau kosong orang berpikir negatif untuk dibuat parkiran, warung dan sebagainya," sambungnya.
Untuk itu, lanjutnya, kolaborasi kreatif antara Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) dengan Suku Dinas Pertanaman dan Hutan Kota Jakarta Pusat agar dapat memanfaatkan lahan kosong tersebut bagi warga masyarakat sekitar.
"Kolaborasi antara Sudin terkait ini sangat dibutuhkan dalam pemanfaatan lahan kosong bagi warga masyarakat sekitar lahan. Entah ditanam sayuran, jadi tanam hidroponik atau sebagainya," jelasnya.
Jika program Pemkot Jakarta Pusat ini berjalan dengan baik, ungkap Irwandi, hasil dari tanaman sayur organik urban farming tersebut bisa dikomersilkan dan menjadi tempat ketahanan pangan bagi warga sekitar sebagai ekonomi kreatif. "Tugas dari pemerintah menyiapkan lahan dan bibitnya nanti diolah warga yang diatur oleh tiap kelurahan di tempat lahan kosong itu berada," katanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


