Advertisement
Peristiwa Daerah

Tiga RT Terdampak Pembangunan BCM, Amir Tosina: Perhatikan Keselamatan Warga 

Sedikitnya 3 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan meresakan dampak negatif dari pembangunan BCM (Bontang City Mall).

TIMES Indonesia,
Tiga RT Terdampak Pembangunan BCM, Amir Tosina: Perhatikan Keselamatan Warga 
Anggota DPRD Bontang Dapil Bontang Selatan, Amir Tosina. (Foto: dok Amir Tosina)
A-AA+

BONTANG Sedikitnya 3 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan meresakan dampak negatif dari pembangunan BCM (Bontang City Mall).

Selain banjir, rumah warga juga terancam terkubur material tumpukan tanah urug. Pasalnya, pihak BCM hanya membangun pagar seng sebagai penahan timbunan. Air bercampur lumpur merembes ke rumah warga saat hujan.

Advertisement

Lantaran pihak BCM belum memberikan jawaban mengenai keluhan masyarakat setempat. Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina pun buka suara. Menurut politikus Gerindra ini, pihaknya sudah membahas persoalan ini bersama instansi terkait pada RDP beberapa waktu lalu.

“Termasuk kontraktor pelaksana maupun perwakilan BCM juga hadir waktu itu, namun belum ada jawaban,” tutur Amir Tosina, Kamis (5/11/2020).

Ia menegaskan, jika tidak mendapat respon hingga akhir Desember mendatang, maka tidak menutup kemungkinan aktivitas pembangunan BCM terpaksa distop sementara.

“Kasihan masyarakat di sana kalau kondisi itu terus dibiarkan," tegasnya.

Dijelaskan, ada dua poin yang wajib dipenuhi pihak BCM jika tidak ingin aktivitas dihentikan. Pertama, pembuatan parit atau saluran pembuangan supaya air tidak mengalir rumah warga. Apalagi sudah ada warga yang mau menghibahkan lahannya untuk pembangunan parit.

Advertisement

Kemudian mengganti penahan timbunan yang semula dari pagar seng menjadi tembok. “Kami minta pihak kontraktor, dalam hal ini PT Brantas Abipraya agar mengusulkan penambahan pekerjaan kepada BCM,” bebernya.

Desakan serupa dilontarkan Plt Camat Bontang Utara, Usman. Ia menilai pembangunan BCM melenceng dari perencanaan awal karena tidak mempertimbangkan dampak sosial. “Di satu sisi pemerintah menyambut baik investasi yang masuk ke Bontang. Di sisi lain investor juga harus memperhatikan keselamatan warga,” ucap Amir Tosina. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia