Advertisement
Peristiwa Daerah

Sejarah Bupati Malang, Dari Notodiningrat I Hingga M Sanusi

Di usianya yang ke 1260, tentunya Kabupaten Malang telah banyak dipimpin oleh orang-orang hebat di masanya.  Tidak banyak catatan yang bisa diungkap mengenai satu persatu sosok para adipati atau bupati

TIMES Indonesia,
Sejarah Bupati Malang, Dari Notodiningrat I Hingga M Sanusi
ILUSTRASI - Pendopo Kabupaten Malang. (FOTO: dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Di usianya yang ke 1260, tentunya Kabupaten Malang telah banyak dipimpin oleh orang-orang hebat di masanya.  Tidak banyak catatan yang bisa diungkap mengenai satu persatu sosok para adipati atau bupati yang pernah memimpin wilayah Malang Raya, Jawa Timur. Menyambut Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1260 pada 28 November 2020, TIMES Indonesia mencoba menampilkan sosok-sosok yang pernah menjadi pemimpin Malang. Harapannya, tulisan kecil ini bisa menjadi jejak rekam sejarah mengenai Malang dan khususnya Kabupaten Malang.

Dalam buku Babad Malang yang ditulis Besar Edy Santoso (2016), catatan para adipati atau tumenggung di Malang di mulai pada tahun 1681. Dalam catatan Francois Valentyn, yang dikutip dari Groot Djava, wilayah Malang Raya pernah dipimpin oleh seorang Tumenggung bernama Djogo Soeta atau Ronggo Soeta.

Advertisement

1260 Tahun kabupaten Malang

Dalam buku Babad Malang kemudian disebutkan secara berturut-turut mengenai para Tumenggung di wilayah Malang, (waktu itu, wilayah Malang juga meliputi Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang) yakni:

- Untung Suropati (1683)
- Wiromantri (1686)
- Mas Penganten (1707)
- Mas Brahim (1723)
- Pangeran Ario Wirodoningrat (1725)
- Wironegoro III (1743
- Malayakusumo (1763)
- Kertanegara (1767).

Dalam buku ini juga dijelaskan, Kabupaten Malang didirkan secara resmi oleh pemerintah Hindia-Belanda berdasarkan Resolusi Gubernur Jendral tertanggal 9 Mei 1820, nomor 8, Staatsblad 1819 nomor 16.

Berdasarkan catatan resmi Pemkab Malang, seperti yang dikutip dari situs resmi Pemkab Malang, malangkab.go.id, Raden Tumenggung Notodiningrat I adalah Bupati Malang pertama. Notodiningrat I diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda berdasarkan resolusi Gubernur Jenderal 9 Mei 1820 Nomor 8 Staatblad 1819 Nomor 16.  Notodiningrat I memimpin Malang pada tahun 1819 hingga 12 November 1839.

Advertisement

Berikut daftar Bupati Malang:

- Bupati Malang ke 1
Notodiningrat I (1819 s/d 12 November 1839)

- Bupati Malang ke 2
Raden Ario Adipati Notodiningrat II (12-11-1939 s/d 31-7-1884)

- Bupati Malang ke 3
Raden Ario Tumenggung Notodiningrat III (31-7-1884 s/d 24-11-1898)

- Bupati Malang ke 4
Raden Adipati Soerioadiningrat I (Raden Sjarip) (24-11-1898 s/d 23-8-1934)

- Bupati Malang ke 5
Raden Ario Adipati Sam (23-8-1934 s/d 31-7-1945)

- Bupati Malang ke 6
Raden Soedono (12-10-1945 s/d 17-3-1950)

- Bupati Malang ke 7
Raden Mas Tumenggung Ronggo Moestedjo (Bupati Federal) (1947 - 1950)

- Bupati Malang ke 8
Haji Said Hidajat (17-03-1950 s/d 11-04-1950)

- Bupati Malang ke 9
Mas Ngabehi Soentoro (01-03-1950 s/d 28-05-1958)

- Bupati Malang ke 10
Mas Japan Noto Boedojo (01-07-1957 s/d 14-05-1964)

- Bupati Malang ke 11
R. Soendoro Hardjoamidjodjo, SH. (3-4-1958 s/d 31-12-1959)

- Bupati Malang ke 12
Mas Ngabehi Soentoro (01-3-1950 s/d 11-3-1958)

- Bupati Malang ke 13
Kol. Inf. H.R. Sowignyo (1-11-1969 s/d 21-11-1979)

- Bupati Malang ke 14
Kol. Inf. Eddy Slamet (22-10-1980 s/d 20-10-1985)

- Bupati Malang ke 15
Kol. Inf. Abdul Hamid Mahmud (22-10-1985 s/d 24-10-1995)

- Bupati Malang ke 16
Kol. Inf. Muhammad Said (24-10-1995 s/d 26-10-2000)

- Bupati Malang ke 17
Ir. Mochammad Ibnu Rubianto, MBA (26-10-2000 s/d 24-1-2001)

- Bupati Malang ke 18
Sujud Pribadi (24-1-2001 s/d 24-10-2010)

- Bupati Malang ke 19
Drs. H. Rendra Kresna, BcKU, SH, MM, MPM (24-10-2010 s/d 02-11-2015) dan (17-02-2016 s/d 17-02-2021)

Bupati Malang ke 20
Drs. H. M. Sanusi M.M.    (15 Oktober 2018 menjadi Plt, dan ditetapkan sebagai Bupati pada 17 September 2019 - ). 

Sebagai informasi, meski didirkan secara resmi oleh pemerintah Hindia-Belanda berdasarkan Resolusi Gubernur Jendral tertanggal 9 Mei 1820, namun hal itu bukan menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Malang. 

Penetapan Hari Jadi Kabupaten Malang berdasarkan prasasti Dinoyo yang menyebutkan peresmian tempat suci pada hari Jum`at Legi tanggal 1 Margasirsa 682 Saka, yang bila diperhitungkan berdasarkan kalender kabisat jatuh pada tanggal 28 Nopember 760. Tanggal inilah yang dijadikan patokan hari jadi Kabupaten Malang. (*) 

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia