Topeng Cirebon di Tengah Pandemi Covid-19
Topeng Cirebon yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kesenian tari topeng Cirebon. Di tangan Dian, topeng Cirebon tetap lestari.

CIREBON – Topeng Cirebon yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kesenian tari topeng Cirebon. Di tangan Dian, topeng Cirebon tetap lestari.
Dia yang merupakan seorang pelukis mulai berkenalan dengan topeng cirebon saat beberapa sanggar tari memintanya untuk mengecat ulang topeng atau melukis topeng. Ini yang membuat Dian serius menukuni seni membuat topeng Cirebon.

Tak hanya melayani kebutuhan sanggar tari dan kebutuhan pertunjukan seni, Dian mulai membuat topeng untuk kebutuhan cinderamata. Mulai hiasan dinding, hingga gantungan kunci.
"Bikin topeng sudah 12 tahun," kata pemilik Distro Topeng Cirebon yang berada di Jl Raya By Pass Kios Pasar Seni Goa Sunyaragi Kota Cirebon, Jawa Barat ini, Jumat (6/11/2020).
Dian menjelaskan, topeng Cirebon memiliki perbedaan dengan topeng-topeng lain di wilayah Jawa. "Topeng Cirebon menceritakan sisi manusia atau sifat-sifat dasar manusia," ujar Dian.
Topeng Cirebon yang sering di pesan ada 5 jenis topeng dengan karakter yang berbeda-beda. Yakni topeng Panji berwarna putih mencerminkan kesucian seperti bayi yang baru lahir, lalu ada Topeng Samba ini topeng anak kecil yang tariannya agak genit dan lincah.

Kemudian Rumyang, topeng yang menceritakan pencarian jati diri berwarna pink, Temenggung yaitu topeng Patih atau gubernur topeng gagah. Ada juga topeng Kelana atau Rahwana raja yang semena-mena.
"Alhamdulillah untuk penjualan sudah sampai ke mancanegara, terjauh itu kita kirim ke Malaysia. Sering juga untuk di kirim ke Bali," tambahnya.
Dengan berbagai varian yang ada, pembuatan topeng Cirebon juga memiliki berbagai ukuran dan bahan yang berbeda, ada bahan dari kertas dan juga kayu.
Untuk harga topeng Cirebon dibanderol dari harga Rp.50.000-350.000, dan untuk gantungan kunci Rp.3000. Setiap harga tergantung dari ukuran dan bahan yang digunakan.
Dian menambahkan, awal-awal Corona kemarin menjadi krisis bagi perajin topeng seperti dirinya. Karena hampir semua seniman tari tidak boleh mengadakan pertunjukan dan sebagai pengrajin topeng juga sempat berhenti. Selain itu, sanggar-sanggar tari juga semua di hentikan dan ini sangat berdampak bagi para pengrajin topeng karena penjualan mengalami penurunan.
"Untuk produksi kita hampir tiap hari buat untuk cinderamata, tapi kalo topeng Cirebon tetep nyetok tapi ga banyak, jadi ga nunggu ada pesenan aja," kata Dian.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

