Advertisement
Peristiwa Daerah

Mengenang Para Pahlawan di Lembar Uang Rupiah

Tanggal 10 November nanti diperingati sebagai Hari Pahlawan. Ragam cara mengenang jasa pahlawan bangsa dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya mengabadikan dalam lembar uang rupiah.

TIMES Indonesia,
Mengenang Para Pahlawan di Lembar Uang Rupiah
Uang Rp 100 ribu bergambar Proklamator RI Soekarno-Hatta, Sabtu (7/11/2020). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Tanggal 10 November nanti diperingati sebagai Hari Pahlawan. Ragam cara mengenang jasa pahlawan bangsa dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya mengabadikan dalam lembar uang rupiah.

Hal ini menjadi salah satu bukti ukiran perjuangan dan pengabdian yang kekal dari para tokoh sejarah dan negarawan serta rakyat Indonesia yang turut berjuang untuk kemerdekaan. 

Advertisement

Uang-2.jpg

Berikut sosok pahlawan nasional tersebut : 

1. Soekarno dan Mohammad Hatta

Soekarno dan Hatta adalah tokoh penting dalam kemerdekaan Indonesia. Keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Gambar Presiden RI dan Wakil Presiden RI pertama ini terdapat dalam uang kertas Rp 100.000.

2. H. Djuanda Kartawidjaja

Advertisement

Sosok H Djuanda Kartawidjaja menghiasi uang pecahan Rp 50.000. Ia juga dikenal sebagai Ir Djuanda yang namanya kerap diabadikan menjadi nama bandara dan beberapa jalan besar di berbagai provinsi. 

Deklarasi Djuanda 1957 merupakan sumbangsih terbesar. Beliau menyatakan bahwa laut Indonesia dan laut sekitar di antara dan di dalam Kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

3. Dr Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi

Namanya dikenal sebagai Sam Ratulangi. Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) ini terukir dalam uang pecahan Rp 20.000.

Sam Ratulangi diangkat menjadi Gubernur Sulawesi pertama pasca Presiden Soekarno memproklamirkan kemerdekaan. Ia wafat pada 30 Juni 1949 setelah sempat menjadi tawanan musuh. Nama besar Sam Ratulangi terpahat sebagai nama bandara dan universitas. 

4. Frans Kaisiepo

Tokoh pejuang kemerdekaan asal Papua tersebut terpajang dalam lembaran uang Rp 10.000. Setelah Indonesia merdeka, Frans menjadi Envoy Republik dari Papua yang memastikan agar Papua ikut ke dalam Republik Indonesia. 

Frans juga terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membahas pembentuka Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Dia mengusulkan nama Irian, yang berarti tempat yang panas. 

5. Dr K.H Idham Chalid 

Dr Idham Khalid berasal dari Kalimantan Selatan. Sosok politisi dan ulama penuh etika dan kesantunan ini menghiasi uang pecahan Rp 5.000.

Ia merupakan politikus yang cukup berpengaruh. Idham Chalid menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada kabinet Djuanda. Wajah Idham Chalid akan menghiasi uang rupiah baru pecahan Rp 5 ribu kertas.

Idham Chalid diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Keppres Nomor 113/TK/Tahun 2011 tanggal 7 November 2011.

Idham Chalid merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU).Pada Muktamar NU ke-21, Idham terpilih menjadi ketua umum PBNU. Saat dipercaya menjadi orang nomor satu NU ia masih berusia 34 tahun.

6. M.H Thamrin

Wajah M.H Thamrin atau Mohammad Hoesni Thamrin terpampang di uang pecahan Rp 2.000 kertas. Thamrin adalah perintis Revolusi Kemerdekaan Indonesia.

Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh dari organisasi Kaoem Betawi yang pertama kali menjadi anggota Dewan Rakyat di Hindia Belanda, yang mewakili kelompok pribumi.

7. Tjut Media

Tjut Meutia adalah satu-satunya pahlawan wanita yang wajahnya terpajang pada uang rupiah kertas Rp 1000. Ia merupakan pahlawan nasional dari Aceh yang melakukan perlawanan terhadap Belanda. 

Pada awalnya ia berjuang bersama dengan suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong. Namun suaminya berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi laut Lhokseumawe.

Uang-3.jpg

Pada suatu pertempuran dengan Korps Marechausée, Tjut Meutia dan para wanita melarikan diri ke dalam hutan. Ia kemudian bangkit dan terus melakukan perlawanan bersama sisa-sisa pasukannya. Ia menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil  bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara. Pada tanggal 24 Oktober 1910, Tjut Meutia bersama pasukannya bentrok dengan Marechausée di Alue Kurieng. Di pertempuran ini Tjut Meutia gugur.

Tiap lembar uang rupiah adalah wujud dari kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara. Begitu pula dengan gambar para pahlawan yang ada pada harus kita hargai karena setiap pahlawan memiliki jasa yang sama pentingnya untuk meraih kemerdekaan Indonesia (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia