Kisah Penjaga Taman Makam Pahlawan Kota Cirebon yang Mengabdi Sejak 1974
Saat ini, menjadi pahlawan bangsa tidaklah harus bersenjata. Seperti yang ditunjukkan Nuryayi (70), yang merupakan penjaga taman makam pahlawan Kesenden Kota Cirebon, Jawa Barat.

CIREBON – Saat ini, menjadi pahlawan bangsa tidaklah harus bersenjata. Seperti yang ditunjukkan Nuryayi (70), yang merupakan penjaga taman makam pahlawan Kesenden Kota Cirebon, Jawa Barat. Nuryayi menjadi pahlawan masa kini karena mengabdikan diri untuk para patriot bangsa yang telah gugur
Nuryayi memang layak disebut pahlawan karena telah mengabdi selama 46 tahun untuk merawat makam para pejuang Indonesia.

"Sudah mengabdi disini dari tahun 1974 sampai saat ini 2020," ujar Nuryayi sebagai juru pemelihara atau penjaga Makam Pahlawan Kesanden Kota Cirebon, Selasa (10/11/2020).
Pensiun menjadi penjaga pada tahun 2006, lantas tidak membuat Nuryayi pergi begitu saja.
Ia mengaku berat untuk meninggalkan Taman Makam Pahlawan (TMP) karena merasa sudah menyatu dan kecintaannya kepada para pejuang Indonesia.
Dalam pemeliharaan makam pahlawan, tidak ada bantuan pemeliharaan dari pemerintah setempat ataupun pusat.
"Kalo sumber dana seharusnya dari Pemda terutama Dinas Sosial, tapi mungkin karena kurang peduli atau gimana kita sekuat tenaga untuk tetap menjaga dengan dana pribadi aja, dengan menyisihkan sebagian penghasilan untuk merawat 560 makam di area lahan seluas 3 hektar," katanya.
Untuk pemeliharaan taman makam pahlawan, Nuryayi mengaku butuh dana sekitar Rp 1 juta untuk per bulannya, sedangkan untuk pembersihan menjelang lebaran bisa mencapai Rp 4 juta.
"Kalo kebersihan kita bersihin rumput-rumput, ngecat nisan, dan perawatan pada umumnya," ujarnya.
"Saya menjaga Taman Makam Pahlawan dengan sukarela dan atas dasar kecintaan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

