DPRD Surabaya: Makam Syekh Umar Sumbawa Bisa Jadi Cagar Budaya
Makam Syekh Umar Sumbawa dan KH Hasbullah di kawasan pesisir Benteng Kedung Cowek, dianggap berpeluang menjadi cagar budaya oleh DPRD Surabaya.

SURABAYA – Makam Syekh Umar Sumbawa dan KH Hasbullah di kawasan pesisir Benteng Kedung Cowek, dianggap berpeluang menjadi cagar budaya oleh DPRD Surabaya. Pasalnya makam dua alim ulama ini telah menjadi magnet bagi masyarakat untuk melakukan ziarah meneladani perjuangan pernyebaran agama islam.
"Tamunya pun tak main-main, jumlahnya bisa ribuan jika sudah diadakan haul. Warga Madura datang kesini berbondong-bondong menggunakan perahu, bahkan ada juga yang kerap datang dari Malaysia," ungkap Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono pada peresmian gapura makam Syekh Umar Sumbawa dan KH Hasbullah, Kamis (12/11/2020).

Melihat kondisi tersebut, Budi menyampaikan akan berjuang untuk menjadikan makam ini sebagai cagar budaya. Sebab perjuangan para ulama dalam menyebarkan agama islam, menurutnya baik untuk mengedukasi masyarakat.
"Maka lokasi ini mudah-mudahan bisa diperhatikan oleh pemerintah. Tetapi memang harus mendapat kajian dari para pakar dan saran ulama," ujarnya.
Hari ini juga menjadi momen bahagia bagi Ikatan Kerukunan Keluarga Sumbawa (IKKS) di Surabaya. Pasalnya, makam waliyullah asal tanah kelahiran mereka diketemukan di Surabaya. Fahri Hamzah mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 ternyata merupakan keturunan dari Syekh Umar Sumbawa.
Fahri Hamzah sendiri juga mengaku telah menyampaikan keberadaan makam ini kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Mudah-mudahan Ibu Gubernur dapat melihat bahwa lokasi ini telah didatangi banyak warga untuk berziarah tapi aksesnya masih minim sekali. Kalau nanti sudah diakui sebagai cagar budaya minimalnya akan ada petugas yang berjaga dan merawat," paparnya.
Budi Leksono sebagai anggota fraksi PDI Perjuangan berharap agar makam Syekh Umar Sumbawa dan Kiai Hasbullah nantinya bisa terkoneksi sebagai jalur wisata religi dengan makam Sunan Ampel.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

